“DIUTUS UNTUK MELAMPAUI”: Renungan, Kamis 13 Juli 2023

0
1054

Hari Biasa (H)

Kej. 44:18-21 ,23b-29; 45:1-5; Mzm. 105:16-17, 18-19, 20-21; Mat. 10:7-15

Adakah di antara kita yang masih mengingat ungkapan “Menuju tanpa batas dan melampauinya?Kata-kata ini adalah ungkapan yang diucapkan oleh Buzz Light Year, seorang astronaut di dalam film Toy Story. Sebagai seorang astronaut ia tidak hanya memperhatikan misi utamanya untuk pergi ke bulan, tetapi juga aturan-aturan yang harus diperhatikan selama menjalankan misinya. Tidak membawa makanan dan minuman yang berlebihan, ataupun tidak membawa pakaian selain pakaian astronaut. Aturan-aturan tersebut akan menunjang keberhasilannya dalam menuntaskan misi utama sebagai seorang astronaut.

Bacaan pertama mengisahkan tentang Yehuda yang membela Benyamin. Yehuda berusaha agar Yusuf tidak menahan Benyamin untuk bisa pulang bersamanya. Sebab Yakub akan merasa sangat terpukul bila mendengar bahwa Benyamin tidak kembali. Akhirnya, selain bisa membawa bahan makanan kepada Yakub yang merupakan tujuan kedatangannya, Yehuda pun berusaha untuk menjaga Benyamin sebagai mandat yang dipercayakan Yakub kepadanya.

Penginjil Matius sendiri bercerita tentang Yesus yang mengutus kedua belas rasul. Yesus mengutus mereka untuk menyembuhkan sakit penyakit, membangkitkan orang mati dan mengusir setan-setan. Setelah memberikan perintah perutusan, Yesus memberikan beberapa larangan dan nasihat selama mereka menjalani tugas utama sebagai utusan-utusanNya. Hal yang menarik ialah di samping mengutus para muridNya, Ia juga memberikan beberapa petuah yang hendaknya mereka patuhi.

Kedua bacaan hari ini memberikan inspirasi kepada kita sebagai pewarta kabar gembira di era milenial. Nasihat dan petuah yang diberikan oleh Yakub maupun Yesus mempunyai hubungan makna inspiratif. Keduanya bukan bermaksud untuk memberi kita belenggu untuk menjalankan panggilan perutusan. Sebaliknya keduanya mengajak kita untuk mampu melampaui kedagingan dan nafsu-nafsu duniawi. Kita dipanggil untuk meninggalkan batas-batas pribadi demi perutusan yang Yesus kehendaki. Bentuk-bentuk kedagingan yang tergambar dalam pola kekhawatiran berupa tidak adanya uang yang diberikan pada saat di tempat pelayanan; banyak orang meragukan pelayanan yang kita berikan; tidak adanya layanan internet di tempat pelayanan; ataupun letak tempat pelayanan yang begitu jauh dengan perkotaan. Hendaknya hal-hal demikian tidak menjadi penghambat dalam pelayanan yang kita berikan, melainkan menjadi ujian untuk melampaui sisi ragawi kita. Usaha untuk melampaui hasrat duniawi di atas akan melahirkan suatu dorongan bagi kita untuk mencintai kekayaan tak melebihi kemiskinan, mencari kemuliaan tak melebihi kehinaan, dan mengusahakan kesejahteraan tak melebihi kesederhanaan.

(Fr. Richie Mikhael Sumampow)

 “Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu”.    (Mat 10:9)

Marilah Berdoa:

Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi utusan-utusanMu yang melebihi batasan-batasan nafsu dan kedagingan kami. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini