Pw S. Yoakim dan Anna, Orangtua SP Maria (P)
BcE dr Rybs Sir. 44:1, 10-15; Mzm. 132: 11, 13-14, 17-18; Mat. 13: 16-17.
Hari ini Gereja secara universal memperingati Santo Yoakim dan Santa Anna yang adalah orangtua dari Santa Perawan Maria. Keduanya dikenal sebagai keturunan raja Daud yang hidupnya setia dan taat kepada kehendak Allah. Oleh sebab itu keduanya dianggap layak di hadapan Allah untuk turut dalam rencanaNya, yakni sebagai saluran rahmat Allah melalui Maria, anak mereka, yang kemudian akan mengandung dan melahirkan Yesus, Sang Juruselamat.
Dalam bacaan pertama melalui Kitab Sirakh, kita mendengar adanya pujian kepada Allah karena telah membawa manusia kepada keselamatan. Terlebih khusus menunjuk pada nenek moyang yang telah dipilih Allah untuk menghidupi dan mewariskan iman itu kepada kita semua. Sebagai orang Kristen, kita patut bersyukur sebab Mesias yang dinubuatkan para nabi, kini telah hadir di tengah-tengah kita sebagai sebuah penggenapan akan janji keselamatan Allah.
Pertanyaan bagi kita semua, mengapa kita harus bersyukur? Jawabannya ada dalam injil hari ini. Mesias yang dinantikan oleh para nabi kini telah nyata di hadapan manusia melalui sabda dan tindakanNya. Kita ingat bahwa para nabi yang bernubuat tentang kedatangan Yesus itu tentunya juga sangat rindu untuk melihat keselamatan yang dari padaNya, tetapi mereka sendiri tidak sempat melihat-Nya. Kita yang kini telah melihat dan mendengar dengan jelas sabda serta tindakan Yesus Kristus, hendaknya bersukacita dan berbahagia sebab keselamatan sudah dinyatakan Allah dalam diriNya.
St. Yoakim dan Sta. Anna yang pada hari ini kita peringati memang benar belum sempat melihat Yesus, tetapi mereka tetap bersyukur dan berbahagia karena diperkenankan untuk ikut ambil bagian dalam rencana Allah yakni dengan cara menunjukan kesalehan hidup mereka kepada Allah dan sesama. Kita pun sebagai umat beriman yang bahkan sudah melihat, mendengar serta percaya padaNya, diajak untuk harus selalu bersyukur dan berbahagia atas karya keselamatan yang sudah kita terima sendiri dari Allah dalam diri PuteraNya, Yesus Kristus. Salah satu contoh konkret kita untuk bersyukur ialah berbelas kasih kepada sesama kita. Inilah wujud nyata kita untuk bersaksi dengan iman tentang apa yang kita lihat dan dengar dari Yesus sendiri kepada semua orang.
(Fr. Slivin Batlayeri)
“Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar” (Mat. 13:16)
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, semoga kami selalu bersyukur atas kasihMu dalam hidup kami, Amin.











