“SEDERHANA DAN BENAR”: Renungan, Jumat 2 Juni 2023

0
1438
Pope Francis blesses a child in St. Peter's Square after celebrating Palm Sunday Mass at the Vatican March 24. (CNS photo/Paul Haring) (March 25, 2013) See POPE-PALM March 25, 2013.

Hari Biasa (H)

Sir. 44: 1,9-12; Mzm. 149:1-2,3-4, 5-6a.9b; Mrk. 11:11-26.

Di tengah arus globalisasi yang semakin maju dan berkembang. Sering kali kita menemukan banyak berita yang seakan-akan benar, padahal berita itu hanya ingin menipu dan mengelabui kita. Atau yang biasa kita sebut Hoax. Lebih parah lagi, jika kita bertemu dengan orang-orang yang selalu menyombongkan dirinya, seakan-akan mereka yang paling hebat di antara orang-orang yang ada bersama dengan mereka. Orang-orang yang seperti inilah yang hendak dikecam oleh Yesus dalam Injil hari ini.

Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengutuk pohon ara. Mengapa pohon ara dikutuk oleh Yesus? Bermenung tentang bacaan Injil hari ini. Sekurang-kurangnya ada dua hal yang menjadi pokok permenungan. Pertama, Injil hari ini mengajarkan kepada kita untuk selalu menjadi orang yang benar. Dalam fenomena kehidupan sekarang ini, banyak sekali orang-orang yang terlihat baik. Namun, belum tentu mereka melakukan kebaikan itu dengan tulus hati. Atau belum tentu yang baik itu adalah benar. Kisah pohon ara mengajarkan kita untuk menjadi orang yang benar. Pohon ara yang dilihat oleh Yesus seakan-akan dapat memberikan sesuatu kepada Yesus dan para muridNya, namun ternyata pohon ara itu hanya menampakkan keelokan luarnya, bukan apa yang dibutuhkan oleh Yesus dan para muridNya. Orang yang benar tidak hanya apa yang dilihat dari tindakan yang dilakukannya, tetapi menjadi orang benar adalah yang bertindak dengan ketulusan hatinya.

Kedua, dari kisah pengutukan pohon ara ini, kita belajar untuk berusaha tampil sederhana. Yesus mengutuk pohon ara ini, bukan karena Yesus dan para muridNya lapar, tetapi karena pohon ara ini telah mengelabui Yesus dengan penampakan luarnya. Belajar dari kisah ini, kita sebagai pengikut Kristus, harus berusaha tampil apa adanya. Tampil sederhana, bukan karena kita orang yang tidak berarti. Namun, dengan kesederhanaan, kita dapat memberikan suatu kebenaran yang ada dalam diri kita. Sederhana menjadikan kita orang yang dapat mengenal diri kita sendiri dan juga dapat mengenal Yesus dalam kesederhanaan itu.

Berusahalah menjadi orang yang benar dan sederhana, di tengah dunia yang penuh sandiwara ini. Sebab dengan kebenaran dan kesederhanaan, kita dapat memberikan kebahagiaan kepada orang lain, dan terutama kepada Yesus yang adalah penolong kita. Jangan takut untuk menjadi orang benar. Jangan takut tampil sederhana. Sebab kita semua berharga di mata Tuhan.

(Fr. Kristovel Pepende)

“Percayalah kepada Allah” (Mrk 11:22).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami menjadi orang-orang benar. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini