Hari biasa (H)
2Kor. 1:1-7; Mzm. 34:2-3, 4-5, 6-7, 8-9; Mat. 5:1-12
Saudara-saudari terkasih, setiap orang tentu mendambakan untuk hidup senang dan bahagia. Entah itu mereka yang miskin, yang kaya, yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan, pastinya semua menginginkan untuk hidup sejahtera. Untuk mencapai kebahagiaan itu, maka banyak orang berbondong-bondong untuk melakukan pelbagai tindakan untuk mencapai kebahagiaan. Namun terkadang mereka keliru dalam memilih kebahagiaan sehingga tidak sampai pada kebahagiaan yang sesungguhnya. Jika demikian, lalu apa yang dimaksud dengan kebahagiaan yang sesungguhnya?
Dalam Injil hari ini yang dikisahkan dalam injil Mat. 5:1-12, sejatinya memberi penghiburan kepada orang-orang yang sering diperlakukan tidak adil. Dalam Mat. 5:3 berbunyi “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Allah”. Jika kita melihat sepintas, maka dapat disimpulkan bahwa Yesus menghendaki agar kita hidup miskin atau Yesus melarang kita menjadi orang kaya. Pertanyaannya ialah apa benar maksud Yesus memang demikian atau ada pesan lain yang ingin disampaikan Yesus dalam ayat tersebut?
Saudara-saudari terkasih, firman Tuhan yang termuat dalam Mat. 5:3 sejatinya menyadarkan kita bahwa harta benda duniawi bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya. Banyak diantara kita yang dalam hidup berusaha mengumpulkan harta duniawi sebanyak-banyaknya dan berharap dengan harta-harta duniawi itu kita peroleh kebahagiaan yang sesungguhnya. Yesus tidak melarang kita untuk menjadi orang kaya. Namun, banyak diantara kita yang ketika menjadi kaya raya, kita terlena dengan harta kekayaan sehingga perlahan kita menjauh dari Allah dan diperbudak oleh harta kita. Kita akhirnya menyembah harta benda kita dan menjadikannya yang paling utama dari segala sesuatu. Karena itu firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk meninggalkan kesibukan kita yang selalu mencari harta benda duniawi yang sifatnya dapat binasa. Yesus mengajak kita untuk lebih fokus mencari dan mengumpulkan sebanyak mungkin harta surgawi yang dapat menyelamatkan kita di akhirat. Yang dimaksud dengan harta surgawi ialah mendengarkan firman Tuhan, melaksanakan firman Tuhan dalam hidup dan tetap percaya pada-Nya. Karena kebahagiaan sejati hanya ada di dalam Dia.
(Fr. Basiius Koisine)
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga” (Mat. 5:3).
Marilah berdoa:
Ya Allah Bapa, bantulah kami agar lebih fokus mencari dan mengumpulkan harta surgawi selama kami masih berziarah di bumi. Amin.











