“TAAT TERHADAP FIRMAN TUHAN”: Renungan, Rabu 10 Mei 2023

0
1424

Hari biasa Pekan V Paskah (P)

Kis. 15:1-6; Mzm. 122:1-2, 3-4a, 4b-5; Yoh. 15:1-8

Suatu lembaga atau institusi, pastinya memiliki aturan atau norma-norma yang mengikat setiap pribadi atau individu yang ada di dalamnya. Aturan dan norma yang dibentuk itu bertujuan agar dapat mengatur setiap orang untuk tertib. Namun, untuk sampai pada ketertiban yang dikehendaki itu, setiap orang perlu taat dan patuh terhadap regulasi yang telah ditetapkan. Dan apabila segala aturan dan norma itu dapat dilaksanakan dengan baik, maka suatu institusi itu akan maju dan orang-orang yang ada di dalamnya akan memiliki suatu kedisiplinan hidup.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang pokok anggur yang benar, di mana Yesus menunjukkan bahwa pokok anggur itu ialah diriNya dan Allah adalah pengusahanya. Yesus kemudian melanjutkan bahwa, barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Menjadi pertanyaan apa sebenarnya maksud dari pernyataan Yesus itu? Yesus sebenarnya hendak mengajak dan meminta kita orang-orang yang percaya kepadaNya, untuk ada di dalam Dia dan melaksanakan segala firman dan ajaran yang telah ditetapkan. Hal ini menuntut kita untuk berlaku setia dan taat.

Tawaran-tawaran duniawi yang begitu menggiurkan dan memikat hati, terkadang membuat kita jauh dari Tuhan dan bahkan lupa akan segala firman yang diberikan, sebagai sebuah aturan atau pedoman untuk mendekatkan diri kepadaNya. Dan apabila kita terus terperangkap dalam situasi yang demikian, maka kita akan sama seperti ranting yang tidak berbuah dan menjadi kering, kemudian dicampakkan ke dalam api dan dibakar. Namun, jika kita tetap taat dan berpegang teguh terhadap segala firman dan pengajaranNya, maka kita akan sama seperti ranting yang berbuah dan kemudian dibersihkan sehingga dapat menghasilkan buah yang melimpah. Dengan begitu, kita akan menjadi umat Katolik yang terbiasa taat terhadap firman Tuhan, terhadap aturan-aturan di tengah masyarakat, lembaga atau institusi dan bahkan dalam kehidupan berkeluarga kita masing-masing. Untuk itu, marilah kita menjadi orang-orang yang selalu ada bersama Yesus dan taat kepada segala firmanNya, supaya dapat menghasilkan buah kebaikan yang melimpah sebab tanpa Yesus kita tidak dapat berbuat apa-apa.

(Fr. Yeremias Tawurutubun)

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di didalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian jika kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:4).

Marilah berdoa:

Tuhan bantulah kami untuk selalau taat kepada firmanMu. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini