“BUNDA GEREJA”: Renungan, Senin 29 Mei 2023

0
1127

Pw SP Maria Bunda Gereja (P).

Kej 3:9-15, 20 atau Kis 1:12-14; Mzm 67:1-2,3,4,5,6-7, R:3; Yoh. 19:25-34.

Setelah perayaan penuh sukacita selama lima puluh hari,  masa paskah diakhiri dengan hari raya pentekosta. Pada hari pertama setelah perayaan tersebut gereja merayakan peringatan wajib Maria sebagai Bunda Gereja. Maria adalah Bunda Allah. Ia merupakan figur putri Yerusalem. Bunda Maria dengan seluruh kepenuhan hatinya menerima tugas yang amat mulia untuk melahirkan Yesus Kristus Sang Penyelamat umat manusia. Oleh karena itu Maria disebut sebagai Bunda Gereja. Peringatan Maria sebagai Bunda Gereja hendak menjelaskan perannya yang istimewa sebagai ibu kita semua. Yang membuat Maria menjadi istimewa bukan karena dirinya sendiri tetapi karena kristus yang dikandung dan dilahirkannya.

Dalam kitab Kej. 3:15, kita dapat melihat salah satu keistimewaan Bunda Maria. “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan ketutunnya; keturunanya akan meremukan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya”. Para Bapa Gereja (St. Agustinus, St, Irenaeus, Tertulianus dan St. Agustinus) mengatakan bahwa “perempuan” yang akan mengalahkan iblis itu mengacu pada Bunda Maria, karena keturunan yang dimaksudkan adalah Yesus. Bunda Maria dapat mengalahkan iblis, dengan meremukkan kepalanya, dan ini terjadi karena kuasa Yesus semata. Berkat Bunda Maria kita semua memperoleh keselamat dalam Kristus. Karena itu pantaslah Gereja mengangkatnya sebagai Bunda Gereja.

Mengacu pada bacaan Injil hari ini (Yoh. 19:25-34), Yesus dengan sepenuh hati berkenan menyerahkan ibu-Nya kepada para murid, “Ibu inilah anakmu” Sebaliknya juga demikian, Yesus menyerahkan para murid kepada ibu-Nya, “Inilah ibumu”. Perkataan itu, hendak mengatakan bahwa Yesus menghendaki agar Bunda Maria dan para murid menjadi satu keluarga. Pada saat itu juga, Maria diperlakukan  sebagai ibu bagi para murid, dan para murid diperlakukan sebagai anak oleh Maria. Dengan demikian Bunda Maria, Bunda Gereja adalah ibu seluruh umat kristen. Bapa Suci mengungkapkan harapannya agar gelar Bunda Gereja akan menghantar umat kristiani untuk lebih menghormati Bunda Maria dan menyeruhkan namanya dengan keyakinan yang lebih besar. Oleh karena itu marilah kita menaruh hormat yang besar kepada Bunda Maria. Karena sesunguhnya, Bunda Marialah yang membuat kita mengalami keselamatan dalam Kristus Tuhan.

(Fr. Petrus Lermatan)

“Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibunya: “Ibu, inilah anakmu!” (Yoh. 19:26).”

Marilah Berdoa:

Tuhan Yesus, terima kasih atas Bunda Maria yang engkau anugerahkan kepada kami. Kami mohon bukalah hati kami semua, agar kami mampu meneladani-Nya dalam kehidupan kami setiap hari. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini