Hari biasa Pekan III Paskah (P)
Kis. 8:1b-8; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a; Yoh. 6:35-40
Setiap manusia pasti membutuhkan makanan untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya. Makanan sangat penting bagi manusia karena lewat makanan yang dimakan mendatangkan kebahagiaan dan kekuatan dalam diri. Manusia memang perlu makan untuk hidup, tetapi manusia hidup bukan untuk makan, ada sesuatu yang lebih yang harus manusia cari bukan sekedar makanan jasmani saja, Tuhan pernah bersabda ketika dicobai iblis (Bdk. Mat. 4:4) “Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari firman yang keluar dari mulut Allah.”
Dalam Injil hari ini hendak mengarahkan kita untuk mengenal Sang Roti hidup itu sendiri. Roti hidup itu adalah Yesus sendiri seperti yang telah dikatakanNya,“Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6:35). Yesus menunjukkan diriNya sebagai Roti Hidup karena Ia mau mengatakan kebenaran Ilahi kepada manusia supaya manusia percaya kepadaNya dan memperoleh hidup kekal. Dia adalah Sabda yang menjelma menjadi manusia, Dialah yang telah turun dari surga sebagai penyataan (pewahyuan secara definitif) dari Allah Bapa bagi manusia. Yesus adalah Roti Surga yang diberikan Allah Bapa kepada manusia sebagai tanda bahwa Allah Bapa sangat mengasihi manusia. Itulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa orang yang datang kepadaNya tidak akan lapar dan yang percaya kepadaNya tidak akan haus lagi.
Tuhan sendiri menghendaki agar kita sebagai umat yang percaya kepadanya hendaklah kita senantiasa mencari Dia Sang Roti Hidup, Sang sumber berkat dalam situasi apa pun. Dalam situasi gembira maupun susah kita tetap mencari Tuhan. Yesus selalu ada untuk kita tinggal bagaimana kita sebagai pengikut mencarinya. Bukan hanya Yesus menghendaki agar kita mencariNya tetapi Yesus juga telah menjadikan DiriNya sebagai Roti Hidup itu sehingga kita diundang untuk menerimaNya, menyantap tubuhNya sendiri karena tubuhNya adalah roti hidup yang ketika kita memakannya pasti kita tidak akan lapar lagi.
Yesus telah memberikan dirinya sebagai roti hidup bagi kita semua maka marilah kita sebagai pengikutnya hendak membuka diri untuk menerima sang roti hidup itu dalam diri kita masing-masing sehingga sang roti hidup itu tetap tinggal dalam diri dan kita tetap dipenuhi dengan sang roti hidup.
(Fr. Lodefikus Sainyakit)
“Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6:35)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk selalu membuka hati dan menerima sang roti hidup dalam diri kami. Amin.











