“PERGI, DENGAR, DAN WARTAKAN”: Renungan, Selasa, 11 April 2023

0
994

Hari Selasa dalam Oktaf Paskah (P)

Kis. 2:36-41; Mzm: 33: 4-5.18-19.20.22; Yoh: 11-18

Maria Berpaling dan Berkata kepadanya “Rabuni”, artinya Guru. “Rabuni” adalah kata yang lebih takzim dari pada “rabi” karena seringkali dipakai untuk menyapa Allah. Dengan ini berarti kita melihat bagaimana pengakuan iman dari Maria Magdalena setelah berjumpa dan disapa oleh Yesus yang telah bangkit. Perjumpaan dan sapaan Yesus kepada Maria membuat maria menunjukan iman yang kuat akan keallahan Yesus yang telah bangkit. Awalnya memang maria takut dan sedih karena mengira bahwa jasad Yesus telah dicuri orang. Tetapi akhirnya perjumpaan dan sapaan Yesus membuat dia berani dan yakin bahwa Yesus telah bangkit dan dia merupakan penyelamat manusia. terus bagaimana kita sebagai pengikut Yesus mengisi dan menjalani kehidupan kita setelah kebangkitan Yesus.

Pelajaran menarik dari bacaan injil ini memberikan inspirasi kepada kita untuk bisa menjadi pewarta yang berani. Ketika kita mengalami pengalaman susah dan merasa bahwa Tuhan tidak tidak ada, kadang-kadang kita takut dan tidak berani, bahkan tidak hanya itu kadang-kadang kita mulai merasa bahwa Tuhan yang menyebabkan penderitaan kita dan Tuhan tidak ada dalam kehidupan kita. Perasaan ini membuat kita tidak lagi berani memberikan kesaksian tentang iman kita karena kita sendiri tidak yakin dengan iman kita bahwa Tuhan ada dan selalu bersama-sama dengan kita.

Maria Magdalena memberikan contoh yang menarik bagi kita dan bahkan memberikan gambaran pengalaman iman yang sama seperti kita. Setelah merayakan hari raya paskah apakah kita masih dalam suasana takut dan ragu dengan kebangkitan Tuhan. Bukan hanya itu apakah kita mulai menyalahkan Tuhan karena kesusahan dan penderitaan kita. Perjumpaan dengan Tuhan dan sapaan Tuhan membuat kita bisa memiliki iman yang baik dan selanjutnya dari iman yang teguh itu kita dapat menyampaikan dan mewartakan kepada siapa saja. Bagaimana kita bisa berjumpa dan mendengar sapaan Tuhan? Pertama-tama mari pergi kepada Yesus untuk berjumpa kepada kita, pergi kepada Yesus berarti kita berani untuk berjumpa dengan dia, setelah berani pergi kepada Yesus cobalah memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menyapa dan memanggil kita. Setelah merasakan sapaan dan panggilan Tuhan. Kita tidak hanya sampai di situ tetapi seperti Maria. Menjadi pewarta kebenaran untuk menyampaikan kebenaran itu kepada semua orang yang kita jumpai.

Karena itu saudara-saudariku yang terkasih marilah kita mengisi kehidupan kita terutama dalam hari-hari kebangkitan Yesus ini dengan berani datang kepada Yesus dengan pergi ibadah, ikut perayaan ekaristi dan berdoa secara pribadi. Setelah melakukan itu sikap mendengar penting yaitu, dalam doa kita tidak hanya meminta terus-terusan tetapi sikap hening dan mendengarkan sapaan dan perintah Tuhan itu penting agar bisa menemukan kebenaran dalam hati nurani kita. Setelah mendengarkan suara dan sapaan Tuhan kita akhirnya bertumbuh dalam iman dan mewartakan kebenaran tersebut sehingga buah-buah kebenaran sampai kepada semua orang.

Fr. Panji Dianomo

“Kata Yesus kepadanya “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam Bahasa Ibrani “Rabuni”, artinya Guru” (Yoh. 20:16)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan jadikanlah kami saksi-saksiMu yang sejati. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini