“PERCAYALAH MAKA KAMU HIDUP”: Renungan, Kamis 27 April 2023

0
1248

Hari biasa Pekan  III Paskah (P)

Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51

Kehidupan seorang manusia di tengah dunia selalu diliputi berbagai macam tantangan dan rintangan. Kehidupan semacam ini seringkali mendorong manusia untuk mencari berbagai macam cara supaya dapat mempertahankan kehidupannya. Namun, seringkali kehidupan seseorang tidak dapat ia pertahankan karena pada dasarnya manusia secara kodrati hidup untuk mati. Lalu jika manusia hidup untuk mati, mengapa seseorang harus berusaha dan bekerja keras dalam kehidupannya di dunia? Pertanyaan sepert ini tentu seringkali kita jumpai dan bahkan refleksikan dalam kehidupan kita masing-masing. Kita juga sebagai orang beriman tentu yakin bahwa Tuhan akan memberikan kehidupan yang abadi kepada kita. Namun untuk mendapatkan kehidupan kekal itu apa yang harus kita lakukan?

Pertanyaan terakhir inilah yang diungkapkan dalam bacaan pertama ketika sida-sida dari Etiopia itu mendengarkan penjelasan Filipus ia lalu meminta supaya dirinya dibaptis dalam nama Yesus. Inilah langkah pertama kita sebagai orang beriman, bahwa melalui pembatisan kita telah disatukan oleh Allah untuk kehidupan kekal yang Ia janjikan. Namun apakah untuk mendapatkan kehidupan kekal hanya itu yang kita lakukan? Tentu tidak cukup hanya dengan dibaptis, kita juga harus mejadi orang yang percaya, karena pembatisan bukanlah syarat satu-satunya hidup kekal. Lalu dengan cara apa kita dapat menjadi percaya? caranya adalah dengan membaca, mendengarkan dan memahami sabda Tuhan dalam Kita Suci yang kita terima lewat kotbah dalam Ekaristi. Apakah kedua hal itu sudah cukup? pastinya belum karena dari pembaptisan dan mendengarkan firman Tuhan, tidak akan menjadi lengkap jika kita percaya. Kepercayaan kepada siapa dan seperti apa yang harus kita lakukan?

Injil hari ini sebagaimana diungkapkan oleh Yohanes bahwa kita mesti senantiasa percaya bahwa Yesus yang telah sengsara, wafat dan kemudian bangkit adalah Dia yang memberi kita keselamatan dan kehidupan abadi. Ia tidak meberikan kita makanan yang fana seperti yang dimakan oleh nenek moyang kita, tetapi Ia adalah roti abadi yang ketika kita makan, kita akan memperoleh kehidupan kekal. Sebab Yesus sendiri mengatakan bahwa “Akulah Roti Hidup, barangsiapa percaya ia akan memperoleh hidup yang kekal, dan jikalau seorang makan dari roti ini ia akan hidup selama-lamanya” (Yoh. 6:47-50). Ayat ini hendak mengarahkan kita bahwa untuk memeproleh hidup yang kekal kita harus mampu untuk memberikan diri seutuhnya kepada Tuhan, membiarkan Tuhan berkarya lewat Sabda yang kita dengarkan, dan terakhir ialah percaya sepenuhnya kepada Tuhan bahwa dalam Dialah kita memperoleh hidup yang kekal.

(Fr. Romaldo Fangohoi)

“Barangsiapa percaya ia akan memperoleh hidup yang kekal”(Yoh.6:47)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah agar kami semakin yakin dan percaya hanya kepadaMu. Amin.

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini