Hari biasa Pekan IV Paskah (P)
Kis. 11:1-18, Mzm. 42:2-3;43:3,4; Yoh. 10:11-18
Dalam kehidupan, terkadang manusia hanya bertindak sesuai dengan apa yang menjadi manfaat bagi mereka. Hal ini membuat mereka lupa bahwa apa yang menjadi tujuan kehidupan di dunia ini. Sadar akan tujuan hidup perlu kita membuka diri dan melihat apa yang harus kita lakukan agar dari tindakan ini membawa kita untuk melihat apa yang menjadi tujuan kita manusia di dunia ini. Kehidupan yang singkat dan sarana yang hanya diberikan sementara waktu. Namun, apa sebenarnya yang perlu dilakukan dalam kehidupan ini agar kita bisa mengetahui tujuan dari kehidupan ini. Hal ini perlu diperhatikan, karena manusia sekarang terkadang lupa bahwa ada banyak hal yang tidak perlu ia miliki karena itu adalah milik orang lain. Tetapi, untuk menjamin kehidupan ia lupa bahwa tujuan ia hidup apa sebenarnya! Sehingga bacaan hari ini hendak membuka pintu hati kita untuk melihat apa tujuan dan siapa sebenarnya sumber keselamatan yang kita harapkan.
Keselamatan diperuntukkan bagi semua orang. Namun manusia sering lupa dan ingin mempunyai segala hal untuk dirinya, entah mengenai Tuhan, entah warta gembira. Tiada beda antara orang Yahudi dan bangsa lain, orang Kristiani dan yang bukan, orang Katolik dan Protestan. Hal ini disebut sebagai ekumene yakni keselamatan manusia bukan untuk orang tertentu tetapi kepada semua orang. Bila Tuhan berpandangan demikian, apakah kita akan menolak untuk percaya, berpikir, dan berbicara bersama di dalam hidup ini? Tuhan membuka pikiran Petrus lewat penglihatannya untuk meyakinkan semua bangsa untuk percaya, sehingga lewat Petrus Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.
Dalam bacaan injil Yesus berkata kepada orang Farisi bahwa “Akulah gembala yang baik”. Perkataan Yesus inilah yang membuka hati orang Farisi akan hidup yang sebenarnya dan kepada siapa kita manusia berharap. Yesus hadir untuk memulihkan manusia menjadi manusia baru. Ketaatan kepada Bapa inilah yang membuat Yesus berkorban untuk menderita di kayu salib untuk menghapus dosa manusia. Manusia dibaharui oleh tindakan Yesus yang taat kepada BapaNya. Hidup dalam kasih Bapa adalah jalan dimana kita akan menuju kepada keselamatan. Namun pertanyaannya: Apakah kita sudah membuka diri untuk menghadirkan Yesus lewat sikap dan tujuan hidup kita?
(Fr Arnoldus Je Buarlely)
“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”(Yoh. 10:11)
Marilah berdoa:
Tuhan, jadikanlah kami domba-domba yang taat kepada kehendak Bapa, dan terbuka untuk menghadirkan Tuhan dalam setiap kehidupan kami. Amin.











