“KASIHILAH MUSUHMU!”: Renungan, Sabtu 4 Maret 2023

0
1422

Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Ul. 26:16-19; Mzm. 119:1-2, 4-5, 7-8; Mat. 5:43-48.

Mengasihi musuh dan mendoakan orang yang menganiaya kita adalah dua hal yang berlawanan dengan kehendak manusiawi kita dan tidak mudah dilakukan. Ketika orang mencoba untuk mencelakakan, menghina, menindas dan menganiaya kita, pasti perasaan yang akan muncul adalah marah, benci, dendam, jengkel, hingga menganggapnya sebagai musuh. Pasti yang akan terlintas di pikiran kita adalah,“saya tidak akan pernah memaafkan orang itu!”.

Dalam bacaan injil hari ini, Yesus menegaskan kepada kita tentang contoh kasih yang luar biasa dan tanpa batas. Bentuk perintah itu diwujudnyatakan dalam tindakan mengasihi dan mendoakan orang-orang yang berbuat salah terhadap kita. Yesus mengajak kita untuk berani mengasihi mereka yang telah menjatuhkan dan menganiaya kita. Sebab, jika hanya berbuat kasih terhadap mereka yang mengasihi kita, apakah lebihnya perbuatan kita dengan seorang pemungut cukai atau seorang pendosa?

Senada dengan itu, bacaan pertama memberikan seruan yang lantang bahwa: sebagai umat yang kudus bagi Tuhan kita harus setia berpegang pada ketetapan, perintah serta hukum yang difirmankan Allah kepada kita. Janganlah kita mencoba untuk menghindar bahkan lari dari segala sesuatu yang telah dikatakanNya. Sebab kita merupakan umat pilihan yang telah ditetapkan Allah untuk menjadi kudus, terpuji, ternama dan terhormat dihadapanNya. Karena itu, jika kita mampu menerapkan sabda Yesus ini dalam hidup kita, percayalah bahwa kita tidak akan menjadi pribadi yang pendendam ataupun suka membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya, kita akan dimampukan oleh Roh kudus untuk mengasihi dan bahkan mendoakan mereka yang bersalah kepada kita.

Mengasihi musuh dan mendoakan orang yang menganiaya kita adalah tindakan mulia yang memberikan berkat tersendiri bagi kita. Pasti kita memiliki harapan besar agar orang-orang yang demikian dapat bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Oleh karena itu, marilah dalam masa pertobatan ini kita saling berbagi kasih dengan sesama terlebih dengan mereka yang memusuhi dan menganiaya kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi anak-anak Allah yang semakin serupa dengan Dia, yakni sempurna adanya.

(Fr. Remi Tawurutubun)

“Tetapi aku berkata kepadamu: Kasihanilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5:44)

Marilah berdoa:

Ya Allah, semoga kami semakin mampu menjadi orang-orang yang selalu mengasihi sesama. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini