“DUDUK DI SEBELAH YESUS”: Renungan, Rabu 08 Maret 2023

0
1499

Hari Biasa Pekan II Prapaskah (U).

Yer. 18:18-20; Mzm. 31:5-6,14,15-16; Mat. 20:17-28.

Saudara terkasih, dalam hidup seringkali kita berlomba-lomba untuk mencari dan mendapatkan kekuasaan. Entah kekuasaan itu diperoleh dengan cara yang benar atau salah, kita tidak peduli sebab yang ada di dalam pikiran kita hanyalah kedudukan yang harus dikejar dan dicapai.

Dalam Injil, dengan sangat baik dikisahkan bahwa Yesus memberitahukan kepada para muridNya bahwa mereka akan ke Yerusalem dan di sana Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat dan  akan dihukum mati. Mendengar itu, ibu dari Yakobus dan Yohanes, bergegas datang menemui Yesus dan meminta agar Yakobus dan Yohanes duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus, saat Yesus mendirikan kerajaanNya. Ini menunjukkan betapa besar hasrat mementingkan diri untuk mendapatkan kekuasaan. Tindakan dari ibu Yakobus dan Yohanes serta respon para murid juga menunjukkan bahwa mereka mengira Yesus adalah Mesias yang akan membebaskan Israel dari penjajahan Roma. Ini menunjukkan bahwa para murid masih keliru dalam memahami arti Mesias. Padahal para murid, setiap hari bersama-sama dengan Yesus dan menyaksikan segala sesuatu yang dilakukan oleh Yesus.

Hal ini menunjukkan bahwa untuk dapat bersatu denganNya dalam kerajaan Allah, bukan hanya sekadar setia mendengarkan sabda Yesus seperti, para imam dan orang Farisi yang diceritakan dalam injil hari ini. Para murid yang mendengar sabda Yesus setiap hari ternyata belum belum bisa mengenal Yesus, dan bahkan bisa salah kaprah terhadap siapa Yesus, dan bagaimana maksud dari sabda Yesus.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk dapat duduk di sebelah kanan Yesus, atau bahkan di pangkuan Yesus? yang harus kita lakukan bukan hanya mendengar sabdaNya dari Kitab Suci, bukan hanya mengenal dan dekat denganNya dalam doa-doa kita, tetapi yang paling utama ialah kita harus meneladani Yesus, dalam pelayanan, pengorbanan dan pemberian diri seutuhnya kepada Tuhan dan manusia. Di masa Prapaskah ini sebagai umat beriman yang sudah setia mendengarkan sabda Tuhan, sudah setia dekat dengan Tuhan dalam doa dan berbagai kesalehan Kristiani, pun sudah setia bersatu dalam Kristus di setiap perayaan Ekaristi, kita diajak untuk menyerahkan diri kita sepenuh-penuhnya pada Tuhan, lewat pengurbanan diri kepada sesama dan Tuhan, dalam keseharian kita.

(Fr. Gino Wuisan)

“Sama seperti Anak manusia datang bukan untuk melayani namun untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mat.20:28)

Marilah Berdoa:

Ya Allah, berilah Roh-Mu agar mampu melayani Engkau berdasar iman, pengharapan dan kasih. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini