“SYARAT MENGIKUTI KRISTUS”: Renungan, Kamis 23 Februari 2023

0
2044

Hari Kamis ses Rabu Abu (U)

Ul. 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25.

Penderitaan dan penolakan tidak bisa terlepas dalam kehidupan manusia. Kita semua pasti mengalaminya. Terkadang kita kuatir akan penderitaan dan penolakan. Kekuatiran tersebut membuat kita takut dan tidak suka akan penderitaan dan penolakan. Penderitaan biasanya membuat seseorang ditolak oleh orang lain. Akhirnya, ia dijauhi dan tidak ada orang lain yang bergaul dengannya.

Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang penderitaan dan penolakan. Pembicaraan tersebut ditujukan kepada diriNya sendiri. Ia sungguh-sungguh mengetahui bahwa saatNya akan tiba. Jika saatNya telah tiba, maka Ia akan mengalami banyak penderitaan dan penolakan. Yesus mengatakan bahwa, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Luk. 9: 22). Semuanya ini dikatakan olehNya, karena Ia sudah terlebih dahulu mengetahuinya. Ternyata perkataan Yesus tersebut sungguh-sungguh mengguncangkan iman kita semua sebagai pengikutNya. Jika Yesus mengalami banyak penderitaan dan penolakan, maka apakah kita masih sanggup untuk mengikutiNya atau tidak? Sebab tidak mudah mengikuti Yesus. Ada beberapa syarat untuk mengikutinya, yakni harus menyangkal diri, memikul salib setiap hari, kehilangan nyawa demi Yesus dan mengikutiNya. Jika kita sanggup memenuhi syarat-syarat tersebut, maka kita akan menjadi pengikutNya yang setia. Apabila kita sudah menjadi pengikutNya yang setia padaNya, maka kita tidak takut dalam mengalami berbagai macam penderitaan dan penolakan.

Kita diharapkan untuk tidak boleh takut dalam mengadapi banyak penderitaan dan penolakan. Mengapa demikian? Sebab, Yesus telah mengalami lebih dahulu penderitaan dan penolakan itu daripada kita. Yesus tidak gentar terhadap apa yang dikatakanNya. Ia tidak mengelak dengan berbagai macam penderitaan dan penolakan terjadi atas diriNya. Yesus sendiri menjadi contoh bagi kita, agar kita tidak boleh takut. Jika penderitaan dan penolakan terjadi atas diri kita, maka kita harus mengalaminya dengan bersandar pada Yesus. Bersandar pada Yesus, sebenarnya kita telah melibatkan Tuhan Yesus dalam hidup kita. Sebagai pengikut Kristus, kita pasti sanggup!

(Fr. Liberatus Lamere)

“Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk. 9:23).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah kami sanggup mengikutiMu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini