“Keraguan Diubah Menjadi Kepastian” Renungan: Senin, 20 Februari 2023

0
2113

Hari biasa (H).

BcE Sir. 1:1-10; Mzm. 93:1ab,1c-2,5; Mrk. 9:14-29.

Di dalam hidup ini ada begitu banyak orang yang terkadang memiliki keraguan dalam kehidupannya. Kita terkadang ragu untuk mengambil sebuah keputusan karena takut akan mengalami kekecewaan atau kegagalan. Akan tetapi, kalau kita terus ragu maka tidak akan pernah ada hasil yang memuaskan ke depannya. Pola pikir seperti ini haruslah diubah. Kita harus yakin dengan diri kita dan percaya bahwa Tuhan akan menyertai perjalanan hidup ini.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang seorang Yesus yang menyembuhkan seorang anak yang kerasukan roh jahat. Roh jahat tersebut berbuat semena-mena terhadap anak itu dan berusaha untuk membinasakannya. Pada awalnya anak tersebut hendak disembuhkan oleh para rasul, namun mereka tidak dapat menyembuhkannya. Akhirnya datanglah saat di mana Yesus menyembuhkan anak tersebut. Pada awalnya ayah dari anak tersebut seperti memiliki keraguan akan kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan anak tersebut. Namun, Yesus mengatakan demikian kepada ayah anak tersebut, “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Maka ayah anak itu kemudian menjadi sangat percaya. Maka lewat kepercayaan inilah maka Yesus kemudian mengusir roh jahat tersebut dari anaknya.

Manusia yang diperbudak oleh roh jahat hanya akan mendatangkan kebinasaan dalam hidup. Ada banyak momen dalam hidup kita yang sering kali jatuh dalam dosa dan kehidupan yang tidak benar. Hal lain juga kita sering kali mempunyai keraguan dalam hidup. Hal tersebut serupa dengan ayah dari anak tersebut yang ragu-ragu akan kuasa Yesus. Namun, Tuhan Yesus mengajak kita semua untuk percaya dan yakin kepadaNya. Dengan demikian, maka kita akan diberikan kepastian. Tuhan Yesus memberikan kelegaan baik secara jasmani maupun rohani kepada kita orang-orang yang percaya.

Kisah Yesus yang menyembuhkan seorang anak yang kerasukan roh jahat tersebut menjadi pembelajaran yang berharga bagi hidup kita. Tuhan hendak meyakinkan manusia bahwa lewat kepercayaan manusia dapat disembuhkan. Namun, apakah kita sebagai orang beriman sudah percaya dan menaruh seluruh hidup kita pada Tuhan? Tuhan mengetuk pintu hati kita agar Ia bisa masuk dan merubah segala hidup kita. Namun, kita perlu untuk membuka pintu hati dan menerimaNya. Artinya ada usaha dari manusia untuk yakin dan percaya kepada Tuhan. Karena hanya dalam Tuhan keraguan diubah menjadi kepastian, dosa diubah menjadi kebaikan, dan yang kurang percaya menjadi percaya.

 (Redaksi)

“Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

(Markus 9:23)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah hati kami yang sering kali mengalami keraguan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini