MINGGU BIASA VI (H)
Sir. 15:15-20; Mzm. 119:1-2,4-5,17-18,33-34; 1Kor. 2:6-10; Mat. 5:17-37
Paus Fransiskus pernah berpesan: “Dunia kita zaman sekarang tak memerlukan guru yang banyak berbicara, tetapi membutuhkan guru yang mampu memberikan teladan hidup”. Secara sederhana, pesan ini menggambarkan kondisi orang zaman sekarang yang lebih senang dan suka untuk banyak berbicara, tetapi tidak mampu memberikan teladan hidup. Orang hanya ingin mengajarkan sesuatu kepada orang lain lewat lewat kata-kata, tetapi tidak mampu memberikan contoh dan teladan konkret. Dalam dunia sekarang kita dapat melihat karakter orang seperti itu dengan sangat jelas. Orang tampil di depan umum dengan kata-kata yang begitu indah dan penuh keyakinan, namun akhirnya termakan ucapannya sendiri karena tidak mampu menunjukan teladan sesuai kata-katanya sendiri.
Injil hari ini mengisahkan Yesus yang mengkritik para ahli Taurat dan orang Farisi. Kritik Yesus didasarkan pada praktek hidup para ahli Taurat dan orang Farisi yang suka memaksa hukum agama secara ketat pada orang lain, tetapi mereka sendiri tidak melaksanakannya. Kalaupun mempraktekkan hukum agama, mereka hanya memilih hukum yang mudah untuk dilaksanakan atau menguntungkan mereka. Tindakan ini dikecam oleh Yesus. Bagi Yesus perbuatan yang sedemikian adalah tindakan orang-orang munafik. Terlihat suci dengan mengajarkan ajaran-ajaran agama, tetapi miskin dalam perwujudan nyata melalui teladan hidup mereka. Yesus menegaskan bahwa praktek hidup seperti itu tidak akan menghasilkan buah apapun dalam kehidupan sekarang dan yang akan datang.
Sebagai orang beriman, kita diingatkat Yesus untuk menghindari praktek hidup seperti itu. Tidak benar dan baik jika peraturan dan pengajaran hanya diucapkan di mulut saja, namun tidak ada teladan melalui perbuatan nyata. Orang lain akan lebih mudah meneladani perbuatan kita dibandingkan perkataan tanpa bukti dan kerja nyata. Inilah sikap dasar yang harus tumbuh dan berkembang dalam kehidupan kita sebagai orang beriman. Orang beriman yang sungguh beriman adalah mereka yang mampu menampilkan teladan hidup kepada orang lain yang mereka jumpai dalam kehidupan. Jangan biarkan diri kita jatuh pada kemunafikan.
(Fr. Chrisanctus Sadrack)
“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat 5:20).
Marilah berdoa:
Tuhan, bantulah kami untuk menghidar dari kemunafikan hidup. Amin.











