“Cara Cepat Doa Terjawab”: Renungan, Kamis 9 Februari 2023

0
1641

Hari Biasa (H)

Kej. 2:18-25; Mzm. 128:1-3,3,4-5; Mrk. 7:24-30.

“Kami adalah bangsa pilihan Allah” merupakan suatu kepercayaan dan keyakinan dari orang-orang Israel. Keyakinan ini membuat mereka memandang sebelah mata bangsa-bangsa lainnya. Bangsa-bangsa lainnya dipandang sebagai bangsa kafir. Salah satu yang disepelekan adalah bangsa Siro-Fenisia. Siro-Fenisia adalah bangsa yang terkenal karena perekonomian yang maju khususnya di bidang ekspor pewarna kerang. Selain itu,  kehidupan di bidang sastra dan politik mereka jauh lebih maju jika dibandingkan dengan bangsa Israel. Namun, keyakinan bangsa Israel akan bangsa pilihan Allah membuat mereka sering melecehkan orang-orang Siro-Fenisia. Pelecehan ini mengambil bentuknya dalam sebutan anjing bagi orang-orang Siro-Fenisia.

Penginjil Markus mengisahkan seorang perempuan Yunani Siro-Finisia yang memohon kepada Yesus untuk mengusir setan dari anaknya. Sama halnya dengan orang Yahudi lainnya yang menganggap orang Siro-Fenisia seperti anjing, sepertinya Yesus melakukan hal yang sama terhadap perempuan itu. Jawaban Yesus secara sederhana dapat dipahami bahwa Ia datang untuk menyelamatkan bangsa pilihan Allah dan bukan untuk bangsa yang lain. Ia datang untuk anak-anak pilihan Allah. Namun tanpa menyerah perempuan itu tetap memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Perkataan perempuan ini penuh dengan kerendahan hati dengan iman yang begitu besar.  Tindakan Yesus terhadap perempuan Siro-Fenisia bukanlah tindakan peremehan dan pelecehan. Yesus sebenarnya ingin menguji iman dari perempuan itu. Hal ini terbukti ketika Yesus menyembuhkan dengan mengusir setan dati tubuh anak itu.

Dunia manusia sekarang diwarnai dengan segala sesuatu yang serba instan. Kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dapat diperoleh secara cepat dan instan. Hal ini telah memengaruhi cara orang menghayati imannya. Dalam mengalami pergumulan, orang mulai merasa bahwa Tuhan tidak mendengarkan doanya. Orang sering berkata: saya sudah berdoa berulangkali, namun Tuhan tidak menjawabnya. Belajar dari pengalaman perempuan Siro-Fenisia: Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah menutup mata dan hati-Nya bagi mereka yang memohon. Tuhan mengetahui apa yang kita perlukan dalam setiap pergumulan hidup kita. Keteguhan iman dan kerendahan hati adalah jalan penting yang harus kita bangun dalam percakapan dengan Tuhan.

(Fr. Alfredo Ngutra)

 Tetapi anjing yang dibawa meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” (Mrk. 7:28b).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk teguh dalam iman. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini