“Kebenaran Hidup”: Renungan, Selasa 17 Januari 2023

0
1156

Pw S. Antonius, Abas (P);

Ibr. 6:10-20; Mzm. 111:1-2,4-5,9,10c; Mrk. 2:23-28

Tradisi dan kebiasaan merupakan dua komponen yang tidak dapat terlepas dalam hidup manusia. Pada umumnya, kedua hal tersebut menjadikan setiap orang untuk harus bertindak dan berjalan sesuai dengan ketetapannya. Karena itu, jika orang melanggar dan bahkan melawan apa yang sudah menjadi tradisi dan kebiasaan pastilah mendapat kritikan dan juga protes. Hal ini sama pandangan Hari Sabat sebagai hari Tuhan oleh orang-orang Farisi, di mana mereka beristirahat dan hanya fokus untuk melakukan peribatan. Apakah tindakan protes ini adalah benar?

Injil hari ini menggambarkan adanya perdebatan antara orang-orang Farisi dengan Yesus terhadap perbuatan yang dilakukan oleh para murid yang memetik gandum pada hari sabat. Orang-orang Farisi menganggap bahwa tindakan para murid itu adalah sesuatu yang salah. Tetapi Yesus hendak melawan tindakan protes mereka itu dengan menunjuk sebuah pengalaman Daud, di mana ketika Daud berjalan bersama dengan banyak orang yang berkekurangan dan kelaparan. Di sini Yesus hendak menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh para murid adalah semata-mata bukan merupakan sebuah kesalahan, karena Yesus sendiri mengatakan bahwa “hari Sabat diadakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Markus. 2:27). Artinya, perbuatan baik yang dilakukan untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu juga adalah bagian dari hari Sabat. Maka, perbuatan yang dilakukan oleh para murid-Nya adalah benar, karena pada saat itu para murid dalam keadaan lapar. Sehingga, jika mereka tidak memetik dan memakan gandum bisa saja mereka menjadi lemah dan sakit. Akibatnya mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan mereka untuk mengikuti yesus.

Gambaran di atas mau memperlihatkan sebuah kebenaran hidup. Kebenaran itu ditunjukkan oleh jawaban Yesus kepada orang-orang Farisi yang mengkritik perbuatan para murid. Sebab, kebenaran juga berasal dari para murid bahwasannya ketika mereka lapar, mereka harus makan. Oleh Karena itu, Yesus hendak menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan dalam hidup. Kebenaran di zaman sekarang adalah sesuatu yang sulit dihidupi oleh masyarakat. Kristus mengajak kita semua untuk berefleksi dalam hidup kita, apakah kita sering hidup seperti kaum Farisi atau sepeti para murid? Yesus memberikan gambaran kepada kita bahwa kita tidak harus hidup seperti para Farisi yang munafik, melainkan kita harus hidup seperti para murid yang hidup dalam kebenaran dan tetap berjuang untuk setia mengikuti Kristus. Dan hal itu ditunjukkan oleh St. Antonius Abas yang hidup dalam kebenaran Allah serta setia akan kasih Tuhan.

Fr. Ambrosius Andy Rahawarin

Jadi, Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat” (Markus 2: 28)

Marilah Berdoa:

Tuhan, kuatkanlah pengharapan kami untuk melaksanakan kebenaran dan setia mengikuti-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini