Hari biasa Masa Natal (P)
1 Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13, 14-15, 19-20; Mrk. 1:7-11 atau Luk. 3:23-38.
Natal merupakan sebuah peristiwa yang mencengangkan. Kelahiran seorang bayi dalam palungan membawa perubahan besar bagi segenap umat manusia. Kedatangannya sebagaimana dikatakan oleh Yohanes merupakan sebuah bentuk kesaksian bagi semua orang – kesaksian bahwa “Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya” (1 Yoh. 5:12). Hal ini turut membuktikan bahwa Allah senantiasa peduli kepada umat-Nya.
Bacaan Injil hari ini menuliskan tentang peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes. Menarik bahwa dikisahkan Yesus meminta langsung kepada Yohanes untuk dibaptis dengan air, sedangkan Yohanes bersaksi, “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus” (Mrk. 1:8). Selanjutnya Roh Kudus turun atas-Nya dan Ia memperoleh “pengakuan sebagai anak Allah”
Predikat Yesus sebagai Anak Allah membuktikan-Nya sebagai utusan Bapa bagi semua orang. Dialah Imanuel, Allah yang beserta kita. Yesus hadir sebagai sebuah bentuk kesaksian bagi segenap umat manusia. Dalam segenap karya pelayanan-Nya Roh Kudus senantiasa bekerja di dalamnya. Ia berasal dari Allah yang berinkarnasi menjadi manusia.
Lewatnya, Yesus sesungguhnya menekankan pentingnya keterlibatan kuasa ilahi. Peristiwa Pembaptisan Yesus menyatakan keterbukaan-Nya dalam menanggapi panggilan Bapa. Hal ini sekaligus menyatakan misteri Tritunggal Allah. Yesus hadir sebagai bentuk karunia Allah kepada manusia, yang mana Roh Kudus bekerja di dalam-Nya. Kesediaan Yesus inilah yang menjadi bentuk kesaksian kepada banyak orang, sehingga kita pun diajak untuk percaya kepada-Nya.
Kadang kita menyangsikan Kristus ketika diperhadapkan berbagai macam kesibukan duniawi. Kita kerap lebih percaya pada kemampuan sendiri. Lewat misteri natal kita diingatkan akan kehadiran nyata Tuhan. Dalam memahami misteri kedatangan Tuhan ini, kita diajak untuk mengikuti jejak Kristus. Kita diajak untuk memberikan ruang dalam hati kita masing-masing agar Roh Kudus senantiasa bekerja dalam kehidupan kita. Dengannya kita boleh mempersiapkan diri dalam menjadi pekerja Tuhan pada kebun anggur-Nya. Maka, marilah kita senantiasa mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya.
(Fr. Wilio Kalesaran)
“Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya” (1 Yoh. 5:12)
Doa:
Ya Yesus bantulah kami untuk menaruh kepercayaan kami sepenuhnya kepadamu. Amin











