“BAPA YANG MAHARAHIM”: Renungan, Sabtu 14 Januari 2023

0
1491

“BAPA YANG MAHARAHIM”: Renungan, Sabtu 14 Januari 2023

Hari biasa (H)

BcE  Ibr.  4:12-16; Mzm. 19:8-9,10,15; Mrk. 2:13-17

Pada saat ini pengijil Markus mencerita tentang suatu kisah di mana Yesus duduk dan makan bersama dengan orang-orang berdosa. Namun jauh sebelumnya, terjadi perjumpaan antara Yesus dan pemungut cukai yakni si Lewi. Dalam kehidupan sosialnya tentu Lewi anak Alfeus ini sering kali dikucilkan dari masyarakat karena mereka dianggap sebagai orang yang berdosa karena pekerjaan yang mereka tekuni. Atas dasar inilah ahli-ahli Taurat mengkritik Yesus dan murid-murid-Nya dengan berkata demikian “Mengapa Ia makan bersama dengan orang pemungut cukai dan orang-orang berdosa?” menaggapi ini Yesus menegaskan demikian bahwa “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang yang benar, melainkan orang yang berdosa.”.

Sebagai orang Kristen apa yang perlu kita pelajari dari kisah di atas. Satu hal yang pasti yang marilah kita memperjelas identitas kita sebagai anak-anak Allah, agar sekalipun kita berdosa Allah tetap mengenal kita, ingin berjumpa dengan kita dan menyelamatkan dari keberdosaan kita. Kitab Mazmur hari ini tentunya harus menjadi warta gembira kepada kita sebab di sana telah diberikan kunci bagaimana cara untuk memperjelas identitas kita sebagai anak-anak Allah yakni patuh pada taurat Tuhan; “Sebab Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” Hal yang sama pula di tegaskan dalam surat kepada orang Ibrani; “sebab Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Hal ini hendak menegaskan bahwa apabila kita berserah pada Taurat Tuhan dengan menyempatkan waktu untuk berjumpa dengan-Nya lewat membaca dan merenungkan firman-Nya maka secara tidak langsung Tuhan telah menyatakan kebenaran dan keselamatan-Nya kepada kita. Kendati pun kita adalah orang-orang yang berdosa Tuhan sama sekali tidak menghendaki kebinasaan kepada kita anak-anak-Nya. Karena itulah Allah menyatakan kemuliaan-Nya lewat Sang Sabda yang telah menjadi Manusia itulah Yesus Kristus. Sebab dari pada-Nya kita bisa mengenal Allah dan menyebut-Nya sebagai Bapa yang Maharahim, Bapa yang penuh cinta, yang dari pada-Nya manusai bisa memperoleh dan mengalami keselamatan sebab sesungguhnya, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang yang benar, melainkan orang yang berdosa.”

(Fr Albertus Ranbasar)

Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang yang benar, melainkan orang yang berdosa.” (Mrk. 2:17)

Marilah Berdoa:

            Tuhan, mampukanlah kami untuk mengerti sabda-Mu yang adalah penuntun hidup kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini