“Sadar Akan Panggilan Allah”: Renungan, Kamis 15 Desember 2022

0
1035

Hari Biasa Pekan III Adven (U)

BcE Yes. 54:1-10; Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a, 13b; Luk. 7:24-30

Sebagai suatu momentum berahmat, Advent acapkali dan sudah semestinya dirayakan dalam nuansa sukacita iman. Karena pada masa ini, setiap kita diberi kesempatan dalam pertobatan hingga peluang setiap pribadi agar tidak terjerumus ke dalam api kekal, kematian abadi, yakni Neraka, menjadi semakin terbuka. Adven juga merupakan momentum  di mana kita diundang oleh Tuhan sendiri untuk mempersiapkan diri kita menjadi kandang, menjadi palungan bagi-Nya, yang akan lahir ke dunia, yang menjadikan sabda-Nya sebagai daging dan akan tinggal di tengah kita.

Hari ini Yesus dengan tegas berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Betapa besar peran Yohanes dalam mempersiapkan kedatangan Yesus. Ia hendak menyambut kedatangan Tuhan dengan menyerukan pertobatan di padang gurun. Bertobat yang ia serukan berarti seseorang hendaknya berpaling dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan mulai menerapkan kehidupan baru yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Yesus mengingatkan manusia bahwa Yohanes diutus untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya. Dalam proses persiapan itu, Yohanes mengajak manusia untuk bertobat dari hal-hal yang tidak baik kepada kebersihan batin yang sejati.

Sering kali, seruan pertobatan dari Allah juga dihadirkan melalui mulut orang-orang yang kita temui, bacaan, peristiwa, dan juga melalui gagasan-gagasan yang terlintas dalam pikiran kita. Hal ini menujukkan bahwa Allah meneguhkan kita melalui banyak cara. Meskipun demikian, keraguan atau ketakutan untuk berdamai dengan Allah bisa muncul dalam diri seseorang karena pengalaman negatif dengan sosok yang ia jumpai dalam hidupnya. Nabi Yesaya mengingatkan akan kepedulian Allah yang menyejahterakan, untuk membebaskan dari aib yang memalukan, dan juga memulihkan kodrat kita sebagai putera-puteriNya.

Apakah kita siap dan mau menerima Yesus Kristus yang datang dan menebus kita? Dia datang untuk menyelamatkan kita. Apakah kita mau untuk diselamatkan? Jawaban ada pada kita. Kalau kita mau, maka keselamatan akan terjadi dalam diri kita. Tetapi kalau kita tidak mau, maka kita tidak akan diselamatkan. Karena itu untuk menggapai keselamatan harus mulai dari kemauan dalam diri kita. Semoga kita peka akan sapaan-sapaan pertobatan dan memberi diri kita untuk mengakui dosa dan kesalahan kita agar kita layak menyambut kedatangan Tuhan dan membiarkan Dia bersemayam dalam hati kita.

(Fr. Dandi Papoto)

“Keselamatan dimulai dari kemauan kita”

Marilah berdoa:

Ya Allah, bantulah kami untuk peka akan sapaan-Mu dalam hidup sehari-hari kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini