Pw S. Ambrosius, UskPujG (P)
Yes. 40:25-31; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10; Mat. 11:28-30; atau dr RUybs
Kehidupan manusia di dunia ini begitu banyak modelnya, semua berlangsung sesuai dengan perkembangan zaman. Manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman ini adalah manusia yang mampu bertahan di tengah gejolak kehidupan yang dihadapinya dalam hidup. Dalam kehidupan ini, kita pasti akan menemukan begitu banyak pengalaman hidup, ada suka dan duka, ada pengalaman senang-sedih, ada saatnya kita bertindak benar dan adakalanya kita bertindak salah dan lain sebagainya. Itu semua merupakan realitas dalam kehidupan manusia, yang menjadi pertanyaannya adalah: “Apakah ketika kita mengalami pengalaman kehidupan itu, kita masih menaruh harapan kepada Tuhan atau malah menjauh dari-Nya?”
Injil hari ini berbicara kepada kita semua, hendaknya dalam menjalani kehidupan ini kita perlu berserah diri kepada Tuhan. Kristus yang adalah Juruselamat mengajak kita semua untuk mengikuti Dia, dalam situasi dan kondisi apa pun. Namun, tak dapat dipungkiri lagi kebanyakan manusia selalu menjauh dari Tuhan pada saat mereka senang atau lagi merasa di atas, dan menyalahkan Tuhan ketika mereka berduka, atau mengalami masalah dalam hidup mereka. Mereka berpikir bahwa mereka adalah orang yang paling menderita di dunia ini. Hal inilah yang sebenarnya harus kita renungkan dan refleksikan bersama-sama. Injil hari ini mau berbicara kepada kita semua bahwa masalah atau keadaan yang dialami oleh setiap orang di dunia ini, semuanya sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri mereka. Tuhan tak pernah memberikan masalah atau cobaan hidup yang melebihi kemampuan manusia. Kita sebagai anak-anak-Nya harus menyadari akan hal itu. Yesus Kristus adalah Juruselamat kita, oleh karena itu kita harus selalu datang dan berserah diri kepada-Nya.
Bacaan pertama juga menegaskan bahwa kuasa Allah itu dapat menyelamatkan dan memberi kelegaan kepada Bangsa Israel pada saat mereka dalam masa pembuangan lewat perantaraan Nabi Yesaya. Dan hal ini pun menjadi landasan iman bagi St. Ambrosius yang hari ini Gereja peringati, ketika ia melawan bidaah-bidaah yang ingin merusak Gereja pada masa itu. Karena St. Ambrosius selalu melakukan kebenaran-kebenaran dan mengadalkan Tuhan dalam kehidupannya, Gereja pun dapat menghadapi bidaah-bidaah pada masa itu.
Dengan demikian, lewat permenungan hari ini, kita semua diajak untuk selalu datang kepada Tuhan Yesus, sebab Tuhan Yesus adalah Juruselamat yang baik. Dia tidak pernah meninggalkan orang yang selalu mengandalkan dan berharap kepada-Nya.
(Fr. Kristovel Pepende)
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga Engkau senantiasa menolong kami yang selalu mengandalkan-Mu. Amin











