“Sukacita Bersama”: Renungan, Kamis 03 November 2022

0
1181

Hari Biasa (H)

Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Luk. 15:1-10.

Injil yang kita dengarkan pada hari ini hendak melukiskan mengenai pribadi Yesus yang penuh kasih. Dilukiskan bahwa walaupun Yesus mendapat kritikan oleh para ahli dan orang-orang Farisi karena Ia bergaul dan makan bersama dengan orang berdosa, Ia tidak memberikan hukuman terhadap mereka melainkan sebaliknya Yesus menjawab semuanya itu lewat pengajaran yang diajarkan-Nya lewat dua perumpamaan yakni perumpamaan tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang.

Dalam perumpamaan yang pertama, Yesus menegaskan bahwa ketika kita menjadi seorang gembala domba dan dari antaranya ada yang hilang satu, maka kita sebagai gembala yang baik hendaknya mencari domba yang hilang itu sampai dapat. Begitulah juga yang dilakukan oleh Yesus sebagai Gembala yang baik, di mana Yesus secara terus-menerus mencari kita umat-Nya yang hilang dan yang berdosa agar dapat bertobat. Sebab jikalau kita sebagai anak-anak Allah ditemukan kembali dan bertobat, sungguh sangatlah besar sukacita di surga. Di sini Yesus menyakinkan para pengkritik bahwa sukacita ini lebih besar dibandingkan sukacita ketika melihat banyak orang saleh yang tidak memerlukan pertobatan.

Serupa dengan perumpamaan pertama, perumpamaan kedua hendak menunjukkan bahwa bagi orang yang miskin dan sederhana satu dirham sangatlah berguna baginya. Jadi, jika dirham itu hilang maka ia akan berusaha mencarinya sampai dapat dan setelah mendapatkannya muncul sukacita yang begitu besar. Nah, dapat disimpulkan bahwa ketika seseorang yang hilang itu ditemukan dan yang berdosa bertobat, tidak hanya Tuhan Allah saja yang bersukacita, tetapi juga malaikat-malaikat Allah. Di sini terlihat bahwa sukacita yang mereka rasakan adalah juga sukacitanya Allah.

Lewat firman Tuhan pada hari ini, Yesus hendak mengingatkan kembali tentang tugas perutusan kita di dunia sebagai anak-anak Allah, di mana kita diajarkan untuk senantiasa menolong sesama kita dengan mencari mereka yang tersesat dan berdosa. Jangan sampai kita membiarkan mereka jauh dari Allah sebab jika demikian mereka akan senantiasa jauh dan berbuat berdosa, maka kita belum bisa menjadi gembala dan pemilik yang baik seperti dalam perumpamaan hari ini. Sebab itu, kita diajarkan untuk senantiasa bertanggungjawab atas tugas perutusan yang kita terima dari Tuhan, karena dari semuanya itu kita akan bersukacita di dalam Tuhan.

                                                                                    (Fr. Edwar Adelbert Mere)

Aku berkata kepada-mu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat” (Luk 15:10)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, sempurnakanlah kami selalu dengan kasih-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini