“Kebangkitan Dan Kehidupan Kekal”: Renungan, Rabu 2 November 2022

0
1990

Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman (U)

2Mak. 12:43-46; Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8; 1Kor. 15:20-24a.25-28; Yoh. 6;37-40.

Tidak ada orang yang hidup di dunia menginginkan kematian. Namun setiap orang pasti akan mengalami kematian dengan cara yang berbeda-beda. Dari sini kita bisa mengetahui bahwa tidak ada manusia yang bisa hidup selamanya di dunia ini. Semua orang yang hidup di dunia menginginkan hidup yang kekal, akan tetapi agar bisa sampai pada hidup yang kekal, setiap manusia akan melewati ‘kematian’.

Hari ini secara universal Gereja Katolik memperingati hari arwah semua orang beriman dan pada hari ini pula seluruh umat Katolik diajak untuk berdoa bagi orang-orang yang telah meninggal. Peringatan arwah yang kita rayakan meneguhkan iman kita bahwa dalam hidup ada harapan. Bacaan-bacaan kitab suci hari ini mengajak kita untuk senantiasa memperdalam iman kita kepada Tuhan dan kita juga harus yakin bahwa setelah kematian pasti ada kehidupan baru.

Bacaan yang pertama dari Kitab kedua Makabe mau mengungkapkan bahwa ada kebangkitan setelah kematian. Hal ini menjadi jelas sebagaimana tertulis dalam 2Mak. 12:44. Mendoakan orang yang telah meninggal agar dosanya dihapus, itu berarti kita mau menjaga hubungan kita dengan saudara-saudari kita. Inilah yang harusnya menjadi harapan bagi kita sebagai umat kristiani, bahwa ada kebangkitan dan tidak sia-sia kita mendoakan orang yang telah meninggal. Sedangkan dalam bacaan kedua, Paulus dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus menegaskan kepada kita bahwa harapan akan kebangkitan yang telah dijanjikan Yesus diperuntukan kepada kita semua. Hal itu menjadi nyata sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang-orang yang telah meninggal. (1Kor.15:20). Yesus memberikan diri-Nya agar setiap orang yang menerima-Nya dalam kepercayaan memperoleh hidup kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman.

Kebangkitan akan kehidupan kekal lebih diperjelas dalam bacaan Injil bahwa kita semua adalah milik Allah sendiri. Dengan demikian Allah menginginkan kita tidak jauh dari-Nya atau terpisah dari-Nya. Akan tetapi dalam realitas tidak sedikit dari kita karena kelemahan, tindakan kita justru menjauh dari Allah. Karena dosa kitalah kita terpisah dari Allah. Sebagai anggota Gereja yang masih berziarah di dunia, kita masih bisa berupaya menyiapkan diri untuk kehidupan kekal.

(Fr. Michael Tumundo)

 

“Semua yang telah diberikan diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman” (Yoh.6:39)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan anugerahkanlah kebahagiaan kekal bagi mereka yang telah meninggal dan bimbinglah kami agar bisa menyiapkan diri untuk hidup yang kekal, Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini