Hari Biasa Pekan I Adven (U).
Yes. 11:1-10; Mzm. 72:2, 7-8, 12-13,17; Luk. 10:21-24.
Beni adalah seorang pekerja paruh waktu di sebuah perusahaan. Ia sangat berharap dapat diterima sebagai karyawan tetap dan menjadi seorang “atasan”. Untuk mencapai harapan itu, Beni rajin bekerja dan selalu berdoa kepada Tuhan agar harapannya itu tercapai. Beberapa tahun kemudian, sesudah diterima menjadi karyawan tetap, Beni diangkat menjadi seorang manager di perusahaan tempat kerjanya. Beni sangat senang akan hal itu. Ia semakin rajin bekerja sebagai teladan bagi yang lain dan mengucap syukur kepada Tuhan setiap hari.
Ketika kita mendapat apa yang diinginkan, kita seringkali lupa untuk mengucap syukur; bahkan menjadi sombong atas capaian yang diperoleh. Motivasi awal sering kali dilupakan jika harapan telah tercapai.
Bacaan pertama mengisahkan tentang “Raja Damai yang akan datang”. Raja ini sungguh adil, bijaksana, jujur dan setia. Ia berkuasa tetapi tidak menggunakan kuasa itu secara semena-mena. Yesus, dikisahkan dalam bacaan Injil, mengucap syukur atas semua yang diberikan Allah Bapa-Nya di surga. Banyak hal telah dibuat Yesus dan membuahkan hasil yang baik, bahkan orang yang mengikuti-Nya semakin banyak. Meskipun demikian, Yesus tetap setia dengan tugas-Nya dan rendah hati. Yesus tidak memanfaatkan capaian-Nya demi kepentingan sendiri.
Saudara sekalian, lewat cerita dan bacaan hari ini, kita semua diajak untuk selalu bersyukur atas capaian yang kita dapat. Kesuksesan janganlah membuat kita menjadi angkuh hati dan sombong. Sebaliknya, kesuksesan seharusnya membuat kita semakin sadar bahwa kita boleh membantu lebih banyak orang. Kesuksesan bagi kita menjadi berkat untuk menolong sesama.
(Fr. Jefrin Kristanto Wuda)
“Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!”
(Yes. 12:4)
Marilah berdoa:
Tuhan, bantulah kami dengan Roh Kudus-Mu agar menjadi orang yang rendah hati dan selalu bersyukur.











