“Hamba Allah yang Sesungguhnya” : Renungan, Rabu 16 November 2022

0
973

Hari Biasa (H)

Why. 4:1-11; Mzm. 150:1-2,3-4,5-6; Luk. 19:11-28

Bacaan injil hari ini berbicara tentang tanggung jawab tiga orang hamba akan mina yang diberikan oleh tuannya. Sehubungan dengan itu, bila diperhatikan secara lebih seksama cerita Injil hari ini bisa diuraikan atau diartikan sebagai berikut, yakni: tuan itu identik dengan Allah, hamba itu identik dengan manusia, sedangkan yang dimaksud dengan mina itu adalah karunia yang sudah Allah berikan kepada manusia. Itu berarti, perumpamaan uang atau mina ini menggambarkan bahwa setiap orang percaya yang telah diselamatkan memiliki tanggung jawab untuk menggunakan apa yang dikaruniakan kepadanya dengan setia dan sebaik-baiknya. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa masing-masing dari kita telah dikaruniai kesempatan, waktu, dan perlengkapan untuk hidup bagi Kristus melalui tindakan kemurahan, doa, persembahan, dan banyak cara lain lagi.

Yesus melalui Injil hari ini yang berbicara mengenai perumpamaan uang mina hendak mengatakan dua hal kepada kita, yakni: Pertama, setiap orang diberi kepercayaan untuk mengelola satu tugas dan bertanggung-jawab menghasilkan sesuai yang dikehendaki Tuhan Yesus. Kedua, menunjukkan sikap orang menanggapi dan melaksanakan perintah Tuhan Yesus. Sehubungan dengan itu, upaya ketiga hamba ini merupakan gambaran sikap orang yang percaya pada Yesus Kristus melaksanakan perintah dan kehendak Yesus. Oleh karena itu, yang menjadi pertanyaan refleksi bagi kita sekalian ialah: “Apakah kita termasuk orang kristiani yang menghasilkan 10 uang mina, 5 uang mina, atau tidak menghasilkan sama sekali?

Maka dari itu, marilah kita meneladani sikap dari hamba yang pertama. Sebab ia adalah tipe orang yang mengakui kedaulatan Allah dengan segenap hati dan pikirannya. Dia membiarkan dirinya dikuasai oleh Allah sepenuhnya. Karena dia yakin Allah akan menyelamatkan dan memberikan dirinya hidup kekal, asalkan ia taat dan setia sebagaimana terungkap dalam Why. 4:11: “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” Artinya ialah bahwa orang ini tujuan hidupnya hanya satu yakni hidup kekal di Surga dan percaya bahwa melalui Yesuslah maka ia akan tiba di rumah Bapa di Surga.

(Fr. Gabriel Junior Ell)

Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil juga apa yang ada padanya” (Luk. 11:26).

Marilah berdoa :

Ya  Allah, semoga kami dapat menggunakan karunia yang Engkau berikan kepada kami dengan setia dan sebaik-baiknya. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini