Hari Biasa Pekan Adven I (U)
Yes 2:1-5 atau Yes. 4:2-6; Mzm. 122: 1-2,3-4a,(4b-5,6-7), 8-9; Mat. 8:5-11
Kisah Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum amat menyentuh hati. Kisah itu dimulai dengan datangnya seorang perwira yang memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan hambanya. Tindakan sang perwira itu menunjukkan kualitas imannya yang luar biasa di hadapan Yesus. Ia percaya bahwa Tuhan hanya perlu bersabda maka hambanya itu akan sembuh, layaknya seorang tuan memberi perintah kepada hambanya dan kemudian hambanya melakukan perintah tuannya itu.
Selain kualitas iman yang amat baik, sang perwira juga menunjukkan kualitas diri yang sungguh luar biasa. Bila kita mengamati realitas normal di dalam relasi tuan-hamba, perbuatan sang perwira merupakan hal yang langka. Meski ia memiliki banyak hamba dan posisi sebagai seorang perwira (posisi yang tinggi), hal tersebut tak membuat sang perwira menelantarkan hambanya itu. Ia berusaha untuk menyembuhkan hambanya tersebut. Oleh karena kepeduliannya, ia bersedia merendahkan diri dan memohon pada Tuhan untuk menyembuhkan hambanya itu. Perbuatannya tersebut menunjukkan kualitas-kualitas diri yang seharusnya dimiliki setiap orang kristiani yakni kepedulian, cinta kasih dan kerendahan hati. Karena rasa cinta dan peduli terhadap hambanya, maka dengan rendah hati ia memohon bantuan dari Tuhan. Berkat imannya yang besar, Tuhan berkenan memberikan kesembuhan dan kedamaian bagi hambanya yang menderita karena sakit.
Kualitas diri dari sang perwira tersebut merupakan buah dari kualitas iman yang dimilikinya, dan hal itu membawa keselamatan bagi dirinya serta hambanya yang sakit itu.
Nabi Yesaya sendiri menyebutkan bahwa Tuhan menghendaki agar setiap kita hendaknya mendekatkan diri kepada-Nya. Kesediaan untuk senantiasa dekat dengan Tuhan dalam doa, mendengar dan merenungkan serta melaksanakan Sabda-Nya akan mendatangkan keselamatan dan kedamaian dalam hidup kita di dunia ini. Dalam tuntunan-Nya, pedang-pedang akan menjadi mata bajak dan tombak-tombak menjadi pisau pemangkas dan tak akan ada lagi perang, ataupun mara bahaya.
Semoga di masa Adven ini, kita semakin mendekatkan diri pada Tuhan sehingga kita dapat berjalan dalam terang-Nya dan menerangi dunia ini bersama-Nya, Sang Terang Sejati.
(Fr. Antonius Braien El)
“Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!”
(Yes. 2:5)
Marilah berdoa:
Kristus Sang Terang kehidupan, terangilah umat-Mu agar senantiasa berjalan di jalan yang benar. Semoga dengan tuntunan terang-Mu, perang dan mara bahaya akhirnya sirna, seraya damai memenuhi bumi ini. Amin.











