Hari Biasa (H)
Why. 22:1-7; Mzm. 95:1-2,3-5,6-7; Luk. 21:34-36
Dalam kehidupan ini, manusia tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, meskipun sering kali terdengar ada orang yang disebut “peramal” yang memiliki kemampuan untuk membaca masa depan. Namun, ramalan itu sendiri tidak jarang melenceng atau tidak sesuai dengan apa yang mereka ramalkan. Manusia yang sudah percaya akan hal tersebut memasrahkan diri mereka dan seakan-akan melupakan sosok Mahakuasa yang mengatur segalanya. Tidak jarang juga orang yang hanya sibuk dengan kepentingan diri mereka sendiri dan pada akhirnya terjerumus ke dalam kenikmatan dunia, sehingga mereka mulai melupakan Tuhan sebagai sumber kekuatan mereka. Hal seperti inilah yang dapat membawa manusia menerima hukuman pada hari penghakiman nanti.
Bacaan Injil hari ini menceritakan bagaimana Yesus menasihati murid-murid-Nya untuk selalu berjaga-jaga. Manusia tidak dapat memprediksi kapan waktunya Tuhan akan kembali. Jika Ia kembali maka pada saat itulah hari penghakiman telah tiba. Maka, Yesus pun mengingatkan untuk terus berjaga-jaga sambil berdoa karena pada hari penghakiman nanti tidak akan ada satu hal pun yang dapat luput dari pandangan Tuhan. Dalam kitab Wahyu pun dikatakan bahwa Tuhan akan segera datang dan dengan demikian setiap manusia harus mempersiapkan diri dalam menantikan hal itu. Tuhan datang bukan hanya untuk mereka yang dianggap suci, murni karena perbuatan mereka selama hidup, tetapi juga bagi siapa saja di dunia ini, sehingga inilah dikatakan sebagai hari penghakiman, hari di mana penentuan bagi akhir peziarahan manusia di dunia.
Sebagai murid Kristus, kita juga harus senantiasa menantikan kedatangan Tuhan. Namun, bukan hanya menunggu tanpa berbuat apapun dalam kehidupan kita, melainkan dengan sikap berjaga-jaga. Sikap berjaga-jaga di sini adalah dengan melakukan segala kebaikan yang dapat kita lakukan di dunia dengan setulus hati. Jangan sampai kita jatuh ke dalam dosa yang dapat membuat kita dijatuhi hukuman pada hari penghakiman nanti. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa manusia pada zaman sekarang telah banyak tergoda oleh kenikmatan dunia. Namun, sebagai murid Yesus tidak ada kata terlambat untuk mulai bertobat dan kembali kepada jalan yang dapat membawa kita kepada kemuliaan Allah. Oleh sebab itu kita pun harus senantiasa berdoa dan memohon kepada-Nya agar dapat menuntun kita untuk tetap berada di jalan yang benar.
(Fr. Ronald Pata)
“Berjaga-jagalah senantiasa sambal berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia”
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk selalu taat dan setia dalam melaksanakan setiap perintah dan kehendak-Mu. Amin.











