Pw S. Fransiskus dr Assisi (P).
Gal. 1:13-24; Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15; Luk. 10:38-42; atau dr RUybs.
Setiap orang yang hendak menaruh kehidupannya dalam penyelenggaraan Tuhan, akan senantiasa memperoleh keselamatan dan kebahagiaan. Sebab Tuhan adalah jalan, keselamatan, dan hidup.
Saudara yang terkasih, bacaan pertama pada hari ini hendak melukiskan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang dialami, yang terjadi, serta yang dibutuhkan oleh hamba-Nya Daud. Daud tahu apa bahwa semua yang diterimanya dari Allah adalah sebuah berkat, dan karena itu tanggapan yang hendak dia berikan kepada Allah adalah bersyukur. Daud percaya bahwa hanya Tuhanlah yang mengetahui kehidupannya.
Bacaan Injil juga hendak menunjukkan hal yang sama, di mana ketika Maria melihat dan bertemu dengan Tuhan, ia dengan segera datang kepada Tuhan dan duduk di dekat kaki Tuhan sambil mendengarkan apa yang Tuhan katakan. Dengan imannya yang kuat, Maria percaya bahwa kedatangan Tuhan di rumah saudarinya sungguh memberi berkat yang luar biasa atas hidupnya dan saudarinya. Maria pun percaya bahwa mendengarkan perkataan Tuhan dapat membawanya pada sebuah keselamatan. Tetapi hal ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Marta, saudari Maria, di mana ketika Tuhan datang di rumahnya, ia tidak datang dan duduk mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan, melainkan ia sibuk untuk melayani Tuhan. Secara manusiawi kita sadar bahwa yang dilakukan Marta tidak keliru, sebab jikalau ada seorang tamu datang mengunjungi rumahnya, ia tentu akan melayani tamunya dengan baik dan maksimal. Akan tetapi dengan tindakan Marta tersebut, Tuhan pun menegurnya : “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara”.
Dalam bacaan Injil kita dapat melihat bahwa ditampilkan dua sosok yang berbeda ketika bertemu Tuhan. Maria yang sibuk dengan pekerjaannya sampai melupakan Tuhan dan Marta yang datang serta mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan sendiri. Karena itu, melalui bacaan Injil hari ini kita diajarkan bahwa hanya karena Tuhanlah hidup kita menjadi selamat. Kita diajarkan untuk selalu datang kepada Tuhan, karena hanya Dialah yang mampu mengatasi segala kesulitan hidup kita, dan hanya Dialah yang menjadi tujuan hidup kita. Hal ini bisa kita konkritkan dalam kehidupan nyata yakni sesibuk apapun aktivitas kita, kita tetap dan harus meluangkan waktu bersama dengan Tuhan dalam doa. Hal ini juga telah ditunjukkan oleh St. Fransiskus dari Asisi yang membaktikan diri seutuhnya kepada Tuhan dan seluruh ciptaan-Nya.
(Fr. Ambo Rahawarin)
“Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta engaku kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara” (Luk. 10:41).
Marilah berdoa:
Tuhan, arahkanlah hidup kami di dalam jalan-Mu selalu. Amin.











