“Panggilan Mewartakan Sukacita”: Renungan, Jumat 21 Oktober 2022

0
1064

Hari Biasa (H)

Ef. 4:1-6; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 12:54-59.

Rasul Paulus, melalui suratnya, menasihati jemaat Efesus dan juga kita supaya selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar serta memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. Dengan memelihara semua itu kita akan tumbuh dalam sukacita yang sejati. Kerendahan hati, kelemahlembutan, serta kesabaran yang berhasil hidup dalam diri kita akan menjadi bunga yang harum bagi orang lain. Bahwa semua orang yang berada di sekitar kita akan merasakan kehangatan. Meskipun demikian, rasa cinta, kerendahan hati, dan kelemahlembutan tidak akan selalu menjadi kehangatan bagi orang lain. Malahan sebaliknya dapat menimbulkan perasaan iri dan dengki. Layaknya kaum Farisi dan imam-imam kepala yang iri dan dengki kepada Yesus yang memberikan cinta kasih serta hidup dalam kerendahan hati dan kelemahlembutan di tengah orang banyak.

Jangan takut untuk melakukan hal yang baik dan benar. Rasa iri dan dengki hanya dapat dikalahkan dengan tindakan kasih, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Jangan kita membiarkan diri tenggelam dalam rasa takut untuk menjadi orang yang hidup, baik dan benar di tengah kehidupan yang penuh tantangan. Sehubungan dengan itu, bacaan Injil pada hari ini mengajak kita untuk pandai membaca situasi zaman dalam terang Kristus. Dunia yang semakin marak menawarkan kenikmatan duniawi menantang semangat kita sebagai umat Kristen untuk semakin berani mewartakan Kristus di tengah-tengah dunia.

Kita semua telah dipanggil untuk satu tubuh dan satu Roh, sebagaimana kita telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilan kita, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Sehingga dunia menjadi tempat pewartaan bagi kita untuk menyatukan semua makhluk, semua ciptaan dalam menjawab satu panggilan yaitu panggilan menuju keselamatan. Selain itu, panggilan untuk menjadi satu membuat kita mengalami keindahan dari kebersamaan dan saling mendukung. Dalam kebersamaan itu Allah turut hadir dan memberikan kepada kita karunia-karunia yang kita butuhkan.

Mari menjawab panggilan kita untuk menjadi satu dalam mewartakan sukacita Kerajaan Allah di tengah dunia. Dan marilah kita menumbuhkan nilai kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran dan kedamaian di antara kita,  sehingga kita menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia ini.

(Fr. Givilier Tethool)

“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu” (Ef. 4:2).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berilah kepada kami karunia untuk menjadi lemah lembut, sabar, dan rendah hati, agar dalam kehidupan sehari-hari kami mampu untuk mewartakan kebaikan dan kerahiman-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini