“Mintalah!”: Renungan, Kamis 6 Oktober 2022

0
1087

Hari Biasa (H).

Gal. 3:1-5; MT Luk. 1:69-75; Luk. 11:5-13.

Jika kita melihat realitas zaman sekarang, apapun yang kita lakukan selalu berhubungan dengan uang.  Uang saat ini telah menjadi kebutuhan utama dalam melakukan aktivitas keseharian kita. Semua barang dan jasa saat ini selalu dinilai dan dilihat dari sisi ekonomisnya.  Perhitungan ekonomis demikian bahkan kadang-kadang merambat hingga ke dalam persahabatan, sehingga perhitungan untung-rugi selalu  menjadi tolak ukur utama. Beberapa  Istilah umum yang sering kita dengar untuk menggambarkan perihal ini yakni “No money, no party”, atau pun juga “uang bukan segalanya, tetapi segalanya butuh uang” yang berarti bahwa tidak ada yang gratis di dunia ini.

Walaupun demikian, melalui bacaan Injil hari ini, Yesus  meyakinkan kita bahwa di dunia ini masih ada hal yang boleh kita dapatkan secara gratis. Hal tersebut yakni cinta kasih Allah. Yesus dalam kerahiman-Nya telah membuka jalan lebar bagi kita untuk dapat memperoleh apa yang kita minta. Asalkan saja kita mau merendahkan diri di hadapan-Nya dan selalu meminta pertolongan-Nya. Kita di minta untuk meluangkan waktu datang dan meminta kepada-Nya. Karena  dengan meminta, kita diberikan akses untuk memperoleh rahmat kasih-Nya. Penginjil Lukas mengatakan dengan sangat jelas  perihal ini: “Oleh karena itu, Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Yesus menghendaki agar kita  berani meminta kepada-Nya.

Dalam suratnya, Rasul Paulus menegur dan menasihati Jemaat di Galatia. Mereka dinasehatinya karena mereka tidak berlaku selayaknya orang beriman yang percaya kepada pewartaan Injil. Pewartaan yang diberikan Paulus hanya menjadi sebuah kata-kata yang tanpa arti bagi mereka, maka mereka lebih memilih kemauan daging mereka. Sebagai orang beriman sudah selayaknya dan sepantasnya kita menggantungkan hidup kita pada penyelengaraan Tuhan.  Yesus dalam injil hari ini bahkan berusaha menyadarkan kita mengenai besarnya kasih Allah itu “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Surga.” Oleh karena itu, kita harus semakin berani untuk datang kepada-Nya. Sebab  Yesus telah memberikan jalan-Nya bagi kita, sekarang tinggal bagaimana kita menanggapi. Apakah kita mau untuk datang, bertemu dan meminta kepada-Nya? Ataukah kita malah berpaling dan mencari di tempat lain. Semoga bacaan yang kita dengarkan ini menguatkan iman kita akan besarnya rahmat Allah yang tersedia, jika kita mau datang dan meminta kepada-Nya.

(Fr. Valen Helyanan)

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu” (Luk. 11:9a).

Marilah berdoa:

Bapa, biarlah kami selalu berserah dan berharap pada penyelenggaraan kasih-Mu yang hadir dalam hidup kami. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini