“Membangun Kerajaan Allah ”: Renungan, Selasa 18 Oktober 2022

0
1289

Pesta S. Lukas

2Tim. 4:10-17a; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Luk. 10:1-9

Seorang arsitek bertugas merencanakan dan merancang bangunan di lokasi yang telah ditentukan. Dengan gambar yang dibuatnya, ia mulai mengokordinasikan konstruksi bangunan itu dengan para tukang yang akan membantunya mendirikan bangunan itu. Dalam arti ini, Yesus juga adalah seorang arsitek, ia merencanakan dan merancang berdirinya Kerajaan Allah di dunia. Itu ia lakukan dengan memanggil, memilih, dan mengutus mereka yang dipercayai-Nya untuk dapat bekerja sama dengan-Nya dalam membangun kerajaan Allah di tengah dunia.

Hari ini Gereja Katolik bergembira dan merayakan pesta dari St. Lukas yang melaluinya Injil Suci mengenai Kristus dituliskan. Dalam Bacaan Injil hari ini, St. Lukas menceritakan kembali tentang karya Yesus. Dengan mengutus ke tujuh puluh murid, pergi berdua-dua untuk mewartakan Injil. Yesus pun tahu bahwa dalam mendirikan kerajaan Allah di tengah-tengah dunia tentu tidak mudah pasti terdapat banyak sekali halangan, tantangan dan rintangan. Untuk itu sebelum para murid diutus ia mengingatkan kepada mereka katanya: Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

Tujuan Yesus mengutus mereka pergi berdua-dua supaya mereka saling menjaga dan saling menguatkan ketika dalam perjalanan. Yesus tidak ingin mereka menjadi single fighter, dan Ia juga tidak suka trio karena jika di antara mereka ada yang bertengkar pasti yang satu memihak pada yang lain, untuk itu hal ini tidak diinginkan-Nya. Yesus pun meminta mereka untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan. Hal Ini dimaksudkan supaya mereka fokus pada tujuan utama yakni mewartakan kerajaan Allah. Meskipun dalam pewartaan terdapat penerimaan dan penolakan yang akan mereka alami tetapi setidaknya Yesus telah menguatkan mereka dengan peringatan-peringatan tersebut.

Saudara-saudari yang terkasih, dalam proyek pembangunan Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia hal itu belum selesai. Oleh sebab itu Tuhan Yesus memanggil dan meminta kita untuk menunaikan tugas mulia ini. Sebagai orang-orang yang percaya kepada-Nya tidak ada kata tidak bisa. Sebab ketika Ia memanggil, memilih, dan mengutus kita pasti Ia sendiri akan memampukan kita dalam tugas ini. Seperti keyakinan dari St Paulus sendiri bahwa Tuhan selalu ada mendampingi dan menguatkan kita. Untuk itu sebagai orang kristiani apa yang hendak kita lakukan yakni hidup seturut dengan kehendak Allah dengan menjadi orang-orang yang benar di hadapan Allah dan sesama, yang mampu bertanggung jawab dalam setiap tingkah-laku, cara hidup, dan dalam tugas pelayanan kita masing-masing.

(Fr. Yohanes B. Lury)

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala” (Luk. 10:3).

Marilah berdoa:

Tuhan, dampingilah dan mampukanlah kami dalam mewartakan kerajaan-Mu tengah-tengah dunia. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini