Pw SP Maria, Ratu Rosario (P).
Kis. 1:12-14; Mzm.: Luk. 1:46-47.48-49.50-51.52-53.54-55; Luk. 1:26-38.
Hari ini Gereja Katolik merayakan peringatan wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario. Menurut catatan sejarah, peringatan ini dilatarbelakangi oleh kemenangan besar pasukan Kristen (pasukan templar) atas pasukan Ottoman Turki di Lepanto. Pada waktu itu 7 Oktober 1571, Paus Pius V menyerukan agar seluruh umat berdoa memohonkan perlindungan Santa Perawan Maria bagi Gereja terutama pasukan yang sementara berjuang di medan perang. Doa-doa umat itu ternyata dikabulkan Tuhan. Akhirnya sebagai ungkapan syukur, Paus Pius V menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.
Bacaan-bacaan hari ini umumnya menampilkan peran Maria, Ibu Yesus dan Ibu kita semua. Sebagai seorang ibu, Maria menunjukkan diri sebagai ibu yang setia dan mencintai anaknya. Kesetiaan dan cinta Maria dilukiskan dalam bacaan pertama di mana bersama para murid, Maria berdoa memohonkan turunnya Roh Kudus yang telah dijanjikan puteranya sebagai Penolong. Karena hal inilah Maria dipilih Allah untuk mengandung dan melahirkan anak-Nya Yesus Kristus yang menjadi bagi kita sebagai Penyelamat dunia. Berita tentang kelahiran Yesus Kristus yang disampaikan Malaikat Gabriel mengejutkan bagi Maria yang pada waktu itu masih bertunangan dengan Yusuf. Meski pun begitu, kabar Malaikat Tuhan bahwa Maria akan mengandung dari Roh Kudus dan bukan dari hasil persetubuhan layaknya suami-istri, serta Elisabeth saudaranya yang mandul itu akan melahirkan seorang anak laki-laki pada masa tuanya, semakin memberi keyakinan bahwa semua kemustahilan di mata manusia itu tidak berlaku bagi Allah. Maria menghadapi semua itu dengan setia dan penyerahan diri yang total kepada kehendak Tuhan, sebagaimana ungkapannya yang terkenal yaitu, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38).
Peristiwa penetapan tanggal 7 Oktober sebagai Peringatan Wajib Santa Perawanan Maria, Ratu Rosario dan bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini mau mengajarkan kita untuk senantiasa menyerahkan segala perkara dan pergumulan hidup kita kepada Tuhan melalui doa-doa, salah satunya rosario. Sebab hanya orang yang bertekun dalam doalah yang akan memperoleh kekuatan dan bimbingan Roh Kudus. Roh Kudus-lah yang akan menuntun orang untuk hidup berkenan di hadapan Tuhan apalagi manusia, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Bunda Maria.
(Fr. Karlos Tutratan)
“Kata Maria; sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38).
Marilah berdoa:
Semoga Bunda-Mu, Ya Tuhan, mendoakan kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin.











