“Yesuslah Sang Penyembuh Sejati”: Renungan, Rabu 31 Agustus 2022.

0
1794

Hari Biasa (H)

BcE 1 Kor. 3:1-9; Mzm. 33:12-13, 14-15, 20-21; Luk. 4:38-44

Pada saat kita terserang penyakit pasti kita berusaha untuk mencari kesembuhan dari penyakit yang diderita. Sehingga kita pun mulai berpikir dan bertindak mengenai apa yang harus dibuat agar memperoleh penyembuhan.

Dalam bacaan hari ini juga diceritakan bahwa banyak orang sangat membutuhkan Tuhan Yesus di tempat mereka. Jawaban dari Yesus menarik untuk direnungkan. Bagi Tuhan Yesus pewartaan dan perbuatan kasih-Nya dapat diperuntukan bagi siapa saja. Ini juga merupakan tantangan bagi kita sebagaimana kita mewartakan dan membagi kasih Tuhan tidak hanya pada diri kita sendiri maupun orang yang kita kenal, melainkan juga berani mewartakan kasih-Nya kepada setiap orang yang kita jumpai dimana saja. Yesus sendiri mengajarkan bahwa yang terpenting adalah kita membagi, membantu dan menolong orang itu karena rasa kemanusiaan terhadap sesama kita.

Tuhan Yesus berkuasa untuk menyembuhkan segala penyakit, bahkan yang disebabkan oleh roh jahat sekalipun. Kita dapat melihat sikap Yesus yang dengan segera menolong ibu mertua Petrus. Coba kita lihat tanggapan roh jahat yang diusir keluar. Hal itu sendiri hendak menunjukan bahwa kuasa Yesus itu melampaui segala penyakit yang ada. Dan kita boleh memperhatikan tentang bagaimana Yesus dapat menyembuhkan dan menjamah setiap orang yang dibawa kepada-Nya. Disitulah penekanan atas aspek relasional dalam kesembuhan-Nya. Yang diinginkan-Nya itu ialah supaya setiap orang yang dijamah melihat dan mengalami sendiri kuasa dan menyadari kemesiasan-Nya.

Sebagai pewarta sabda Allah hendaklah kita semua dapat mencontohi kehidupan Yesus. Kita juga hendaklah berdoa bagi orang sakit serta tetap rendah hati. Sekalipun Yesus dapat menyembuhkan orang sakit tetapi Ia sendiri tetap memiliki kerendahan hati, tidak pernah untuk memamerkan, melainkan setelah berbuat baik Ia mencari tempat yang sunyi untuk berdoa dan menghindar dari orang-orang yang takjub pada-Nya serta siap mewartakan sabda Allah ke kota-kota lain.

Dengan begitu marilah kita datang kepada-Nya dan mengalami kuasa-Nya yang menyembuhkan. Sebab Yesus adalah tabib yang menyembuhkan serta penyelamat sejati kita.

(Fr. Riko Tunyanan)

“Engkau adalah Anak Allah” (Luk. 4:41).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus Kristus, jamahlah kami dalam hidup setiap hari. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini