“Perjumpaan yang Menyelamatkan”: Renungan, Rabu 24 Agustus 2022

0
1363

Pesta S. Bartolomeus, Ras (M). E Kem.

BcE Why. 21:9b-14; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Yoh. 1:45-51.

Pengalaman perjumpaan dengan seseorang yang menjadi idola pasti merupakan pengalaman yang menarik dan sulit untuk dilupakan. Bahkan, manusia selalu berkeinginan untuk membagikan kisah pengalaman tersebut kepada orang lain, entah kepada keluarga, rekan kerja, sahabat, atau kenalan lainnya. Oleh karena itu, dapat dapat dibayangkan pula seperti itulah Filipus dengan antusias menceritakan kepada Natanael kisah pertemuan pribadinya dengan Yesus dan bagaimana Yesus memanggilnya. Dengan penuh keyakinan Filipus menceritakan tentang Yesus sebagai penggenapan Kitab Taurat Musa dan Kitab Para Nabi. Cerita yang dibagikan oleh Filipus pun mendapatkan tanggapan dari Natanael. Natanael menanggapi hal tersebut, meskipun diawali dengan keraguan.

Ketika Natanael berjumpa secara langsung dengan Yesus, imannya diteguhkan dan ia mengakui Yesus sebagai Anak Allah, Raja Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus memiliki cara untuk mengubah dia. Ia sabar dan memahami pergumulan Natanael. Ia berkata kepada Natanael, “Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”.

Dengan demikian, seperti Natanael, setiap orang Kristen pun mengalami saat awal menerima dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah. Iman akan keallahan Yesus diharapkan bertumbuh dan berkembang dalam diri setiap orang Kristen. Iman itu akan bertumbuh dan berkembang dengan baik jika ada kerinduan serta usaha untuk selalu berjumpa dengan Yesus. Tuhan Yesus tidak dapat dijumpai secara fisik seperti yang dialami oleh Filipus dan Natanael. Orang Kristen dapat berjumpa dengan-Nya dalam doa, Kitab Suci, dan Sakramen-sakramen. Maka, melalui kisah ini, setiap umat beriman diajak untuk senantiasa memahami dan dapat melakukan apa yang menjadi kehendak Yesus. Dengan begitu, setiap umat beriman dapat menjadi semakin dekat dengan Yesus.

Seperti halnya Nathanael yang awalnya buta secara rohani, tetapi bisa melihat kemuliaan Tuhan Yesus. Natanael sesungguhnya adalah kita masing-masing. Kita juga memiliki perjalanan rohani yang unik. Banyak kali kita juga meragukan Tuhan, bertanya dengan aneka pertanyaan yang menunjukkan diri kita sebagai orang yang kecil dan lemah imannya. Maka, kita butuh Tuhan supaya Ia bisa mengubah hidup kita yang selalu ragu menjadi benar-benar percaya kepada-Nya, serta bersandar kepada kasih kerahiman Tuhan.

(Fr. Stanislaus Andris Laritmas)

Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikatmalaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia” (Mat. 1:51).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami senantiasa percaya kepada-Mu yang selalu hadir dalam setiap peristiwa hidup kami. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini