Pw S. Dominikus , Pendiri Ordo Pengkotbah, Im (P)
Yeh. 1:2-5,24 – 2:1a; Mzm.148:1-2,11-12ab, 12c-14bcd; Mat. 17:22-27.
Negara Indonesia, melalui pemerintah berusaha untuk mengelolah setiap sumber pendapatan negara. Tujuannya agar dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah untuk mengelolah pendapatan negara ialah dengan mengoptimalkan kewajiban untuk membayar pajak bagi setiap warga negara demi pembangunan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Berhubungan dengan kewajiban untuk membayar pajak bagi negara, Yesus dalam bacaan injil hari ini memberi teladan dengan memberi penegasan kepada para murid dan kita sebagai pengikut-Nya agar “jangan menjadi batu sandungan”. Hal ini mau menunjukkan sikap Yesus yang taat kepada Allah Bapa serta menaati hukum negara. Apa yang Yesus lakukan menunjukkan ketaatan-Nya terhadap otoritas. Pertama kepada Allah Bapa. Kepada Allah Bapa, Yesus dengan taat menyerahkan diri-Nya dan mati di tangan orang berdosa. Kedua, ototritas dunia. Sebagai Putra Allah, Yesus turut taat dengan membayar bea kepada penguasa dunia. Karena Yesus lahir ke dunia, maka Dia juga turut ambil bagian dalam kebiasaan dan hukum di dunia.
Nasihat dan sikap Yesus ini mengajarkan bagi para pengikut-Nya untuk senantiasa taat kepada negara dan menjadi teladan dalam menunaikan kewajiban sebagai warga negara untuk membayar pajak. Adalah benar bahwa di satu sisi, kita menuntut agar negara mempertanggungjawabkan uang masyarakat dengan membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Namun di sisi lain, sebagai pengikut Kristus kita dituntut untuk secara jujur dan bijaksana serta bertanggungjawab dalam membayar kewajiban kepada negara. Sehinnga pesan Yesus hari ini menerangi hati kita umat kristiani agar jangan menjadi batu sandungan. Dengan begitu, kita akan menjadi warga negara dan umat kristiani yang jujur, adil, dan memiliki sikap yang benar di tengah-tengah masyarkat dan Gereja. Sehingga pada akhirnya kita menjadi manusia beriman yang 100% katolik dan 100% menajdi warga negara Indonesia yang baik. Cita-cita ini hendaknya diwujudkan dalam dan melalui sikap hidup kita yang taat untuk membayar pajak sebagai warga negara Indonesia. Lantas apakah kita sudah mewujudkan nasihat Tuhan Yesus untuk taat kepada Allah dan negara? Atau kita hanya menjadi batu sandungan bagi kehidupan bersama?
(Fr. Natalio Kawarnidi)
“Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, ambillah itu dan bayarlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga” (Mat. 17:27).
Marilah berdoa:
Ya Allah, utuslah Roh Kudus dalam diriku, agar aku dan masyarakat lain mampu membangun masyarakat yang semakin damai dan sejahtera. Amin.











