Hari Biasa (H)
Yeh. 37:1-14; Mzm. 107:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 22:34-40
Setiap orang pasti sangat fasih berbicara mengenai kasih dan tentunya setiap orang sudah tahu seharusnya berbuat kasih. Seandainya setiap orang berbuat kasih di dunia ini, tentunya tidak ada lagi orang yang mengalami penderitaan hidup. Pertanyaannya, apa itu kasih? Kasih itu adalah suatu perintah yang harus ditaati seperti halnya kita mengasihi keluarga, orang tua, teman, dan siapa saja yang telah membantu dan menolong kita, kasih itu bukan himbauan atau saran, tetapi harus dibuat.
Dalam bacaan Injil hari ini Yesus bersabda, “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Kita mengasihi Tuhan Allah terlebih dahulu sebelum mampu mengasihi sesama atau mengasihi orang lain. Tuhan Allah tidak terlihat oleh mata jasmani kita, namun perkataan, kehendaknya jelas tertulis dalam kitab suci, ibaratnya angin itu dapat kita rasakan namun angin tidak dapat kita lihat bentuk rupanya. Kita dapat merasakan kebaikan Tuhan lewat pertolongan dan muzijat. Inilah kunci supaya kita mau dan dapat mengasihi orang lain bila kita sudah mengasihi Tuhan dengan cara melakukan dan menaati perintahnya.
Dalam bacaan pertama dikatakan bahwa bangsa Yehuda telah sekian lama berada dalam pembuangan. Situasi kesesakan yang dialami bangsa Yehuda digambarkan melalui penglihatan tentang tulang-tulang kering yang bertaburan di lembah. Melalui situasi dan kondisi demikian Allah tidak tinggal diam, karena ia mengasihi mereka sehingga melalui Yehezkiel Allah menyampaikan pemulihan baik secara fisik maupun secara spiritual. Pengalaman kesesakan yang sangat besar bukan berarti bahwa Allah meninggalkan kita. Justru dengan penderitaan, Allah memulihkan kita secara total. Kasih Allah lebih besar dari segala sesuatu sehingga kita dipulihkan dan memiliki pengharapan yang sejati.
Sebagai orang yang percaya kasih merupakan pilihan hidup yang harus kita ambil. Karena itu mengasihi Tuhan perlu menjadi pola hidup kita terlebih khusus dalam hidup keluarga. Mengasihi Tuhan perlu dipraktekkan dalam hidup sehari-hari, sebab kasih Tuhan itu sangat mulia bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
(Fr. Marselinus Mbabho Ora Wara)
“Kasihilah sesamamu mansusia seperti dirimu sendiri” (Mat. 22:39).
Marilah berdoa :
Ya Tuhan, kasihanilah hamba-Mu yang berdosa ini. Amin.











