Hari Biasa (H)
Am. 9:11-15; Mzm. 85:9, 11-12,13-14; Mat. 9: 14-17.
Dalam hidup sehari-hari, setiap orang pasti akan berhadapan dengan berbagai macam fenomena yang ada di berbagai aspek kehidupan. Fenomena-fenomena itu sering kali menimbulkan rasa penasaran, sehingga setiap orang lantas bertanya-tanya. Pertanyaan mendasarnya yakni, “apa yang harus kita lakukan terhadap fenomena-fenomena tersebut?” Pertanyaan ini memberikan dua aspek penegasan yakni: pertama, setiap orang harus berani mengambil resiko dan bertanggung jawab atas tindakannya. Kedua, setiap orang harus berusaha untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi yang ada, khususnya dalam setiap tindakan yang diambilnya.
Injil hari ini berbicara tentang ajaran Yesus tentang hal berpuasa. Hal berpuasa yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-murid Yohanes ini, sekurang-kurangnya mencakup dua aspek. Maka pertanyaannya, apa sebenarnya yang mau ditegaskan oleh Yesus dalam ajarannya ini?
Pertama, Yesus mau menegaskan kepada kita semua bahwa tujuan dari puasa itu adalah untuk membuat orang dapat merasakan cinta kasih Tuhan. Dengan kata lain, tujuan berpuasa adalah agar kita dapat menyatu dengan Tuhan. Kedua, melalui Injil hari ini Yesus mau menegaskan bahwa setiap orang harus berjuang untuk dapat menyatu dengan Tuhan dalam kehidupannya sehari-hari. Tentunya untuk dapat menyatu dengan Tuhan bukan melulu dengan melakukan puasa, tetapi masih ada banyak hal lain yang dapat membuat kita dapat bersatu dengan Tuhan. Sikap menyesuaikan diri dengan situasi yang ada sangat dibutuhkan dalam hal ini, sehingga kita perlu menggunakan suara hati dan akal budi kita untuk berjuang, supaya dapat terus bersatu dengan Tuhan.
Maka lewat bacaan-bacaan hari ini, kita semua diajak oleh Tuhan untuk tetap setia melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menghantar kita dalam persatuan dengan Tuhan. Kita tak perlu mengikuti cara atau gaya hidup orang lain agar kita dapat menyatu dengan Tuhan. Tetapi yang perlu kita sadari adalah bahwa jaminan keselamatan itu Tuhan telah berikan kepada kita semua. Tinggal kita saja yang menggunakan berbagai macam cara untuk menjaga dan merawat jaminan keselamatan yang telah diberikan Kristus kepada kita.
(Fr. Kristovel Pepende)
“…Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berduka-cita selama mempelai itu bersama-sama mereka?….”(Mat. 9:15).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga Engkau selalu menyertai kami yang senantiasa meminta pertolongan-Mu, agar kami mampu menyadari kasih-Mu atas diri kami. Amin.











