“Panggilan Menuju Keselamatan”: Renungan, Jumat 1 Juli 2022

0
1383

Hari Biasa (H)

Am. 8:4-6,9-12; Mzm. 119:2,10,20,30,40,131; Mat. 9:9-13.

Setiap orang beriman menginginkan agar dirinya sendiri pada waktunya dapat mencapai keselamatan, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Keselamatan menjadi tujuan setiap orang sehingga setiap perbuatan yang dilakukan akan diarahkan kepada keselamatan itu sendiri. Tetapi, tidak semua orang saling mendukung dalam hal mencapai keselamatan itu sendiri. Ada saja pihak-pihak tertentu yang saling menjatuhkan.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita semua untuk merefleksikan sejenak mengenai panggilan menuju keselamatan itu sendiri. Kitab Amsal dengan bagus memberikan wejangan kepada kita semua untuk selalu dan senantiasa mencari hikmat dalam kehidupan. Semua orang harus mencari hikmat dan kebijaksanaan dalam kehidupannya, lewat semua daya dan kekuatan yang ia miliki, karena Sabda Tuhan merupakan nafas kehidupan yang sangat sejuk. Sabda Tuhan yang berhembus dapat menyejukkan setiap orang.

Tindakan mencari hikmat ini sangat jelas bagi orang cerdas dan berpengetahuan. Hikmat yang Allah maksudkan sangat berharga dan mulia, karena hikmat itu menghidupkan. Pada akhirnya, orang yang mencari hikmat tersebut serentak juga mencari keselamatan itu sendiri. Hikmat yang ditemukan akan membantu setiap orang untuk mencapai keselamatan, sehingga orang yang mempunyai hikmat senantiasa mendengarkan panggilan Allah untuk menuju keselamatan. Bacaan Injil hari ini menegaskan bahwa Yesus datang untuk memanggil orang agar dapat mencapai keselamatan. Tugas Yesus adalah menyembuhkan orang yang sakit, baik jiwa dan raganya agar pada akhirnya layak menikmati buah-buah keselamatan itu sendiri.

Kita semua dipanggil untuk mencapai keselamatan yang telah Allah sediakan. Matius sang pemungut cukai yang mengikuti Yesus, adalah contoh bagaimanakah seharusnya kita menjadi pribadi yang mau mendengarkan panggilan keselamatan dan dengan penuh totalitas kita berjalan menuju keselamatan. Totalitas dan kesungguhan menjadi syarat utama untuk mencapai keselamatan. Tindakan setengah-setengah atau tidak serius akan menghalangi orang untuk mencapai keselamatan. Kita harus aktif untuk mencari keselamatan. Tindakan-tindakan yang dilakukan harus mencerminkan pribadi kita yang merupakan anak-anak Allah.

Anak-anak Allah yang menampilkan belas kasih bagi semua orang. Tindakan-tindakan kita harus dijiwai oleh Roh Allah, Sang sumber hikmat dan kebijaksanaan sehingga tindakan kita dapat menggerakkan diri kita bahkan orang lain untuk mencapai keselamatan. Kita pun harus memprioritaskan bahwa tindakan kita haruslah pertama-tama ditujukan bagi orang yang membutuhkan, seperti kata Yesus: “…karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”.

Dalam kehidupan, kita kadang kala menjadi orang-orang yang tuli dan acuh tak acuh untuk melakukan tindakan Sang Sabda: mencari hikmat kebijaksaan dan berjalan menuju keselamatan. Kita sering kali melalaikan tugas untuk menjadi murid-murid Tuhan yang menghantarkan orang untuk mencapai keselamatan. Untuk itu, kita diajak untuk membaharui diri kita. Jadilah pribadi-pribadi yang terlebih dahulu mencari hikmat dan kebijaksaan Allah yang merupakan bekal bagi perjalanan menuju keselamatan. Dengarkanlah panggilan Allah untuk menuju keselamatan dan pada akhirnya, jadilah murid-murid Tuhan yang juga mencari dan memanggil orang berdosa untuk bertobat dan pada akhirnya dapat mencapai keselamatan itu sendiri.

(Fr. Christoforus Lontoh)

“…karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mat.9:13)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah anak-anak-Mu agar selalu dapat mendengarkan panggilan-Mu dan berjalan menuju keselamatan kekal. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini