Hari Minggu Biasa XIII (H)
1 Raj. 19:16b,19-21; Mzm. 16:1-2a, 5,7,8,9-10,11; Gal 5:1,13-18; Luk. 9:51-62.
Sebagai pribadi setiap orang memiliki prinsip. Prinsip itu hadir dalam hidup kita menurut pengalaman pribadi yang telah dialami. Terkadang prinsip hidup yang kita miliki bisa menimbulkan kritikan bahkan pertentangan dari pihak lain, namun seringkali juga menjadi contoh bagi orang lain.
Bacaan-bacaan liturgi pada hari ini menceritakan bagaimana prinsip orang-orang yang beriman pada Allah. Dalam bacaan pertama, Elisa rela meninggalkan kepunyaannya demi mengikuti Elia yang tidak lain adalah orang pilihan Allah. Pilihan yang diambil oleh Elisa ini merupakan suatu pilihan dengan penuh kebebasan dengan didasarkan cinta akan Allah. Cinta inilah yang kemudian memerdekakan dirinya untuk mengambil keputusan melayani Tuhan.
Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus mengatakan hal tentang kemerdekaan. Kemerdekaan yang dimaksudkan oleh Paulus ini adalah kemerdekaan yang diberikan oleh Yesus Kristus dan karena itulah ia meminta kepada jemaat untuk untuk tidak hidup dalam keterpurukan atau hidup dalam dosa dengan mempergunakan kemerdekaan yang diberikan oleh Yesus.
Yesus dalam bacaan Injil mau mengajarkan kepada kita anak-anak-Nya bahwa untuk mencapai keselamatan maka kita harus rela meninggalkan banyak hal. Hal-hal yang mesti kita tinggalkan itu tidak lain adalah kedosaan kita yang menjauhkan diri dari Allah, misalnya perselingkuhan, permusuhan, enggan untuk aktif alam kegiatan wilayah atau paroki dan lainnya. Keselamatan itu sudah diberikan tinggal bagaimana kita menanggapi tawaran keselamatan itu dan mempertahankannya agar kita tidak jauh dari keselamatan itu.
Kita dapat belajar dari pemazmur, bagaimana ia bersorak gembira karena ia menyerahkan hidupnya hanya untuk Tuhan sebab Tuhan adalah bagian dari warisannya. Demikianpun kita hendaknya selalu ingat akan Tuhan sehingga kita tidak mudah jatuh dalam dosa karena bagi kita hidup adalah untuk melayani-Nya.
Apa yang dapat kita pelajari dari keseluruhan bacaan pada hari ini? Sebagai pribadi-pribadi yang telah diselamatkan kita diminta untuk selalu tahu mengucap syukur atas anugerah yang begitu besar dari Tuhan. Syukur itu dapat diungkapkan dengan selalu mengikuti Perayaan Ekaristi pada hari Minggu, dan juga selalu memaafkan sesama sabagaimana Bapa yang adalah murah hati. Maka dengan demikian kita menjadi manusia yang merdeka karena berbuat kasih kepada sesama maupun kepada Tuhan.
(Fr. Ivandi Panda Raja)
“Jagalah aku, ya Allah sebab pada-Mulah aku berlindung” (Mzm. 16:1)
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan bantulah aku, agar aku selalu mengutamakan ajaran-Mu, daripada hanya menikmati indahnya dunia.











