“Kasihilah Musuhmu” Renungan, Selasa 14 Juni 2022

0
4244

Hari Biasa (H).

1Raj. 21:17-29; Mzm. 51:3-4,5-6a,11,16; Mat. 5:43-48.

 Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang pasti berprinsip bahwa ketika ada orang yang bersikap baik kepada kita maka sebaliknya juga kita harus perlakukannya dengan baik kepadanya, sedangkan orang yang berbuat jahat dan menganiaya kita patut kita benci dan musuhi. Prinsip hidup ini banyak sekali ditemukan dalam diri setiap orang. Musuh berarti seseorang yang jahat kepada kita, sedangkan kasih berarti perhatian dan perlakuan baik tanpa pamrih kepada seseorang.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus sendiri mengajarkan kepada setiap orang untuk mengasihi dan mendoakan musuhnya. Mengasihi seseorang yang membenci kita merupakan suatu hal yang sangat jarang dilakukan dan mungkin merupakan suatu hal yang tidak seimbang dengan diri kita, sebab banyak yang berpendapat bahwa mana mungkin saya mau mengasihi dan mendoakan mereka yang secara nyata telah melakukan hal yang jahat dalam hidupku.

Walaupun demikian, dari perbuatan tersebut entah musuh kita berbuat benar dan salah terhadap kita namun Yesus meminta kita untuk mengasihi musuh kita bukan memusuhi mereka. Perintah serta ajaran yang Yesus berikan kepada kita adalah sangat sulit dan idealis. Mengapa demikian? karena orang yang melakukan kesalahan kepada kita bukan kita memusuhinya melainkan mengasihinya dan mendoakannya. Namun dari alasan Yesus tersebut nyatalah bahwa di dalam kenyataan hidup-Nya sendiri Ia mengasihi setiap orang tanpa terkecuali. Ia memanggil kita untuk melakukan hal yang persis sama seperti yang Dia lakukan karena kita semua manusia adalah makhluk ciptaan yang sama berdasarkan citra-Nya.

Jika kita tidak bisa merubah prinsip hidup kita yang sebelumnya yakni membenci musuh kita maka dengan sendirinya kita bukan hanya membenci musuh kita tetapi kita juga telah melawan apa yang diperintahkan oleh Allah sendiri sebagaimana yang tersirat di dalam Injil hari ini. Oleh karena itu, marilah kita berusaha mendengarkan serta menjalankan apa yang diperintahkan oleh Tuhan yakni mengasihi dan mendoakan musuh kita. Mengasihi dan mendoakan musuh kita pasti memberi rasa damai di dalam hati, sambil percaya bahwa Allah sendiri akan ikut mengubah dan menyembuhkan kita. Sebab yang membalas kejahatan dengan kebaikan pasti menghasilkan hal positif bagi kedua pihak yang bermusuhan.

Fr. Luis Sainyakit

“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”  (Mat. 5:44)

  Marilah berdoa:

Ya Tuhan, tumbuhkanlah dalam diriku kasih yang selalu memberikan yang terbaik bagi siapa saja bahkan musuhpun sehingga hidupku sama persis seperti Dikau yang adalah kasih. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini