“Sebab Mereka adalah Kristus yang sesungguhnya”: Renungan, Senin 11 April 2022

0
1685

Hari Senin dalam Pekan Suci (U)

Yes. 42:1-7; Mzm. 27:1,2,3,13-14; Yoh. 12:1-11.

Sri Muyani adalah Menteri keuangan Indonesia, yang sebelumnya bekerja sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Pada akhirnya, ia rela meninggalkan pekerjaannya sebagai direktur bank dunia untuk melayani di Indonesia sebagai Menteri Keuangan. Walaupun kita tahu bahwa gajinya sebagai direktur bank dunia lebih besar dibandingkan dengan gaji yang ia dapatkan di Indonesia sebagai Menteri keuangan, namun  ia rela mengorbankan semua itu demi melayani bangsa Indonesia.

Bacaan Injil yang baru saja kita dengar bersama, mengisahkan bagaimana Yesus datang ke Betania untuk bertemu dengan Maria dan Marta serta Lazarus yang dibangkitkan oleh-Nya. Di sana, Maria melayani Yesus dengan meminyaki kaki Yesus menggunakan minyak narwastu murni yang tentunya memiliki harga yang mahal. Yudas Iskariot yang melihat hal itu pun berkata: mengapa minyak itu tidak dijual saja agar dapat menghasilkan uang yang banyak? Mendengar hal itu, Yesus pun menjawab: biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburanku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi aku tidak akan selalu ada pada kamu.

Menjadi seorang pelayan tentunya tidak mudah. Selain merendahkan diri di hadapan orang lain, kitapun rela mengorbankan hidup kita, dan memberi dengan apa yang kita punya tanpa memikirkan diri sendiri. Hal ini telah dibuat oleh Maria yang rela meminyaki kaki Yesus dengan minyak yang mahal serta menyekanya dengan rambutnya. Tindakan ini membuat Maria sangat dikasihi oleh Yesus sendiri. Kita sebagai manusia, harus belajar dari Maria yang selalu berada disamping Yesus dan melayani-Nya. Melayani sesama dan membantu mereka tanpa memikirkan untung rugi, merupakan bentuk pelayanan kita terhadap Yesus. Yesus selalu hadir dalam diri orang-orang yang kita jumpai dalam kehidupan kita. Mereka yang miskin seperti para pengemis, pengamen, kaum papa, atau orang-orang yang hidupnya menderita merupakan perwujudan Tuhan yang nyata dalam hidup kita. Tuhan selalu hadir dalam diri mereka, hidup mereka, keluarga mereka, oleh karena itu dengan melayani merka, secara tidak langsung kita pun telah melayani Tuhan. Sebab, Tuhan selalu menampakkan diri lewat orang-orang seperti mereka. Seperti yang disabdakan-Nya dalam bacaan pertama bahwa “Lihat itu hamba-ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa”.

(Fr. Victor Helyanan)

“Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akanselalu ada padamu” (Yoh 12:8)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan kuatkanlah kami untuk melayani sesama kami. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini