“Pewartaan Injil: Tugas Utama Umat Kristiani”: Renungan, Senin 25 April 2022

0
1539

Pesta St. Markus, Penginjil (P)

1Ptr 5:5b-14; Mzm 89:2-3.6-7.16-17; Mrk 16:15-20.

Setiap umat Kristiani mempunyai tugas penting yang dipercayakan oleh Kristus, itulah tugas pewartaan Injil. Tugas pewartaan menjadi salah satu ciri khas bagi umat Kristiani, karena merupakan tugas perutusan langsung dari Kristus sebelum ia terangkat ke surga.

Bacaan-bacaan pada hari ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya melaksanakan dan menghayati tugas pewartaan tersebut. Petrus dalam bacaan pertama mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap lawan kita, si iblis, yang senantiasa berjalan keliling dan siap untuk menerkam kita bagaikan singa yang mengaum-aum mencari mangsa.

Meskipun demikian, ia pun mengingatkan kita untuk selalu menyerahkan kekuatiran kita kepada Tuhan, karena hanya Dialah yang mampu untuk menyelamatkan kita. Untuk dapat berlindung kepada Tuhan kita perlu untuk menjadi rendah hati, percaya, taat, dan setia kepada-Nya. Petrus meyakinkan kita bahwa di dalam Tuhan terdapat keselamatan yang sejati. Jika kita percaya, taat, dan setia kepada-Nya, Ia akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kita.

Apa yang dikatakan oleh Petrus dalam bacaan pertama itu juga diteguhkan dalam Injil. Yesus berkata bahwa “setiap orang yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan dihukum”. Tugas pewartaan yang diberikan Yesus mengindikasikan keselamatan yang hendak ditawarkan Allah kepada umat manusia. Keselamatan ini berlaku universal bagi setiap umat manusia.

Sebagai umat Kristiani, tugas pewartaan ini dapat kita lakukan dengan melayani sesama dalam kebaikan. Tidak sama seperti zaman dahulu, di mana St. Markus dan para pewarta sabda lainnya harus menghadapi aneka tantangan dan bahkan maut untuk mewartakan Sabda Tuhan, di zaman ini, kita dituntut untuk lebih menampakkan identitas Kristiani kita kepada saudara-saudari kita yang berbeda keyakinan.

Iman kita akan Kristus hendaknya tumbuh subur dalam diri kita masing-masing, dan kiranya melalui apa yang kita imani tersebut, kita dapat menampakkan cinta kasih Kristus bagi sesama manusia lainnya.

St. Markus dalam sejarah hidupnya telah menunjukkan kepada kita banyak hal terkait tugas pewartaan. Ia mampu untuk menggunakan talentanya dalam menulis Injil dan pada akhirnya menyebarkannya ke seluruh dunia. Karyanya tersebut menjadi suatu hal yang amat berharga dan tidak tergantikan bagi kita umat Kristiani. Melalui teladan St. Markus itu, hendaklah kita semua mempergunakan setiap talenta dan pemberian Tuhan untuk setiap tugas pewartaan yang akan kita lakukan dalam hidup kita masing-masing.

(Fr. Dean Rengkung)

“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Mar. 16:16)

Marilah berdoa:

Tuhan, semoga hidupku dapat menjadi sarana pewartaan Injil-Mu bagi sesama. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini