“Membuka Hati” Renungan: Selasa 26 April 2022

0
1881

Hari Biasa Pekan  II Paskah (P)

Kis 4:32-37; Mzm 93:1ab.1c-2.5; Yoh 3:7-15

Seseorang yang dalam kehidupannya tetap mempertahankan prinsipnya dan menganggap bahwa pendapatnya yang paling benar, akan membuat dia sulit menerima pendapat, usul dan saran dari orang lain. Dengan prinsipnya itu maka semua pandangan atau pendapat yang bertentangan atau berlawanan dengan pendapatnya sudah pasti akan ditentang, sebab pikirnya pendapatnya-lah yang paling benar. Orang-orang yang demikian sering kita jumpai dalam kehidupan kita.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan bahwa ada seorang pribadi namanya Nikodemus yang keliru memahami gagasan Yesus tentang “kelahiran baru” (Yoh 3:7). Nikodemus sulit menerima gagasan Yesus, bahkan tidak menerima gagasan Yesus (Yoh 3:9). Hal itu dikarenakan Nikodemus berpegang teguh pada prinsipnya yang memiliki gagasan paling benar.

Jika bacaan injil hari ini dicermati dengan saksama, maka dapat kita ketahui bahwa penyebab Nikodemus kesulitan bahkan menolak gagasan Yesus perihal kelahiran baru ialah karena ia tidak mau membuka hati untuk menanggapi dan mendengarkan Sabda Yesus. Nikodemus sejak awal sudah menutup hatinya rapat-rapat karena itu, ia kesulitan dalam memahami Sabda Yesus. Yesus menuntut keterbukaan hati Nikodemus. Dengan hati yang terbuka tentu Sabda Yesus itu dapat kita terima dan kita resapi.

Keterbukaan hati sejatinya membuat Sabda Yesus mudah diresapi dan dapat membuat kita menerima orang lain dan pendapat-pendapatnya. Dengan hati yang terbuka kita dimampukan untuk membaharui diri sehingga tidak mudah salah paham dengan orang lain. Sebab dengan hati yang terbuka, hal-hal baik dapat kita terima dari orang lain.

Terkadang, ada banyak hal yang tidak kita mengerti dari Sabda Tuhan. Hal itu dikarenakan kita tidak bisa membuka hati terhadap Sabda Tuhan itu. Menerima Sabda Tuhan sebagai suatu kebenaran membutuhkan keterbukaan hati terlebih dahulu, untuk kemudian kita dapat menerima dan mengerti maksud dari rencana Tuhan.

Mari bersama-sama, kita belajar membuka hati dan diri untuk mendengar dan menerima Sabda Yesus. Biarlah Sabda Yesus masuk dalam hati, pikiran dan diri kita. Karena dengan hati yang terbuka kita akan mudah memahami dan mengerti pesan-pesan apa saja yang terkandung dalam setiap Sabda yang disampaikan oleh Yesus.

(Fr. Basilius Koisine)

“Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian”. (Amsal 29:23)

Marilah berdoa:

Allah yang penuh cinta, bukalah hati kami agar dapat menerima, meresapi dan memahami Sabda-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini