HARI SELASA DALAM PEKAN SUCI (U)
Yes. 49:1-6; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6b,15,17; Yoh. 13:21-33,36-38.
Dalam kehidupan manusia, kelahiran bayi sungguh-sungguh merupakan sebuah anugerah terindah yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Anugerah tersebut harus diterima dan disyukuri, entah itu bayi perempuan maupun bayi laki-laki. Mengapa demikian? Karena anugerah terindah itu hanya berasal dari Allah. Ia yang telah membentuk dan mengenal setiap orang sejak berada dalam kandungan ibunya. Oleh sebab itu, setiap orang harus bergantung dan berlindung kepada Allah.
Nabi Yesaya menunjukkan bahwa Allah itu pengasih dan penyayang. Buktinya adalah membentuk dan mengenal setiap manusia dalam kandungan ibunya. Namun lebih daripada itu, yakni Allah tetap memelihara dan menyelamatkan kita dari cengkraman dosa melalui perantaraan Anak-Nya yang tunggal. Dengan demikian, maka Allah yang kita kenal adalah Allah yang sungguh-sungguh memelihara dan menyelamatkan manusia.
Dalam Kitab Mazmur, memperlihatkan bagaimana setiap orang memperoleh pemeliharaan dan penyelamatan dari Allah. Hal itu diperoleh melalui doa. Walaupun demikian Allah tetap memelihara dan menyelamatkan manusia. Pemeliharaan dan penyelamatan Allah kepada manusia dimulai sejak berada di dalam dan di luar perut kandungan seorang ibu sampai akhir nanti. Itu sebabnya, kita tidak boleh menyalahgunakan kebaikan Allah yang sungguh mengagungkan ini. Apabila kita salah, menggunakan kebaikan Allah, maka Ia akan memberi peringatan kepada kita.
Bacaan Injil menceritakan secara lebih mendalam tentang bagaimana Yesus memperingatkan manusia. Hal itu terjadi kepada Yudas Iskariot dan Petrus. Mengapa Yesus memperingatkan Yudas Iskariot dan Petrus? Ternyata Yesus memperingatkan Yudas Iskariot dan Petrus karena Yesus telah mengetahui niat jahat dari mereka berdua terhadap-Nya. Yudas Iskariot akan mengkhianati dan menyerahkan Yesus untuk disalibkan, sedangkan Petrus akan menyangkal Yesus sebalum ayam berkokok tiga kali.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Dalam kehidupan, seringkali kita tampil sebagai Yudas Iskariot dan Petrus yang selalu menampilkan niat-niat jahat kepada orang lain. Sebab hal itu sangat menyakitkan Allah dan mendatangkan dosa. Oleh sebab itu, kita harus sadar dan bertobat kepada Allah, karena Allah selalu bangga dan senang dengan orang yang sadar dan bertobat dari segala niat jahatnya kepada orang lain.
(Fr. Liberatus Lamere)
“Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu”
(Mzm 71:1)
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, semoga Engkau selalu memandang dan memperhatikan serta memelihara dan menyelamatkan kami semua dari cengkraman maut yang menggelapkan hati dan budi kami. Amin.











