“Pilihan dan Pertobatan” : Renungan, Kamis 3 Maret 2022.

0
2152

Hari kamis sesudah Rabu Abu (U)

BcE Ul. 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk 9:22-25.

Pilihan setiap orang tentunya memiliki perbedaan. Semua orang ingin memilih untuk menjadi orang sukses tetapi terkadang salah dalam memilih keputusan yang harus diambil. Orang sukses adalah orang yang dengan bijaksana memilih jalan kehidupan yang akan dialami. Tentunya itu mempunyai kendalanya masing-masing. Tak menutup kemungkinan, ada orang yang salah dalam memilih jalannya. Kembali lagi, pilihan akan membawa orang untuk menjadi sukses, sehingga selalu terbuka bagi setiap orang yang ingin berubah dari jalan yang salah ke jalan yang benar.

Bacaan-bacaan hari ini mengandung dua hal mendasar yakni pilihan dan pertobatan. Dalam Kitab Ulangan, sudah jelas dikatakan oleh Musa kepada bangsanya untuk memilih Tuhan. Keselamatan akan terjadi dalam diri bangsanya, asalkan mereka dapat memilih untuk mengasihi Tuhan Allah. Mengasihi Tuhan akan membuat mereka memperoleh hidup, bertambah banyak dan diberkati oleh Tuhan. Apabila bangsanya salah memilih maka mereka akan binasa. Musa memiliki prinsip yang sangat tegas pada bangsa Israel soal pilihan yang mereka buat.

Penulis Injil Lukas menceritakan bahwa pilihan untuk bertobat tentu mempunyai resikonya. Namun di balik sengsara, penderitaan, bahkan sampai kehilangan nyawa bagi Yesus, seseorang akan memperoleh keselamatan. Ketegasan Yesus kepada Murid-murid-Nya menuntut sebuah pilihan dari mereka untuk lebih bijak dalam memilih apa yang akan mereka jalani kedepannya sebagai pengikut-Nya.

Yesus dipilih oleh Allah untuk hadir di dunia. Tujuannya adalah mengajak dan memanggil semua orang untuk memilih jalan kehidupan yang baik. Pilihan yang baik bermula dari pertobatan untuk menjadi orang yang diselamatkan Allah. Semua orang tentunya tidak mau tersiksa oleh kerasnya hidup, penderitaan yang berlarut-larut bahkan sampai kematian yang mengerikan. Tetapi, semua orang pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidup.

Ajakan Yesus dalam bacaan Injil tidaklah mudah. Bagi Yesus, keselamatan itu sangat mudah diperoleh apabila kita bijaksana untuk memilih dengan disertai sikap pertobatan dan kepercayaan kepada Yesus. Sikap dan tindakan selanjutnya adalah menjalani kehidupan ini dengan setia kepada-Nya. Seperti yang dikatakan pemazmur: “Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaan pada Tuhan.”

(Fr Arnoldus Je Buarlely)

“Kata-Nya kepada mereka semua: Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk. 9:23).

Marilah berdoa:

Tuhan, arahkanlah hidup kami untuk bertobat dan memilih jalan yang Engkau kehendaki kepada kami. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini