HARI RAYA KABAR SUKACITA (P). E Kem Syah PrefKhus.
Yes 7:10-14; 8:10; Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11; Ibr 10:4-10; Luk 1:26-38.
Hari ini Gereja Katolik merayakan perayaan besar, Maria diberi kabar atau Hari Raya Kabar Sukacita. Umat Katolik merenungkan dengan sungguh-sungguh bagaimana Allah secara khusus melibatkan Bunda Maria dalam mewujudkan karya keselamatan di tengah dunia. Melalui malaikat Gabriel, Allah meminta persetujuan Maria untuk menjadi bunda Allah. Setelah terjadi dialog iman yang singkat tapi mendalam, akhirnya terjadi kesepakatan. Maria menyetujui tawaran keselamatan dari Allah untuk menyelamatkan dunia dengan melibatkan dirinya. Persetujuan Maria ini merupakan ungkapan iman Maria bahwa yang berasal dari Allah itu pasti yang terbaik. Allah yang Mahakasih dan Penyayang itu tak mungkin mencelakakan dirinya. Dengan penuh iman dan kerendahan hati, Ia menyerahkan dirinya kepada Tuhan secara total, dengan berkata“Terjadilah padaku menurut perkataanMu”. Satu model ketaatan yang luar biasa dari seorang gadis muda di zaman itu.
Nabi Yesaya dalam bacaan pertama menghadirkan nubuat Tuhan tentang kelahiran Sang Emanuel. Sebab itu Tuhan berfirman kepada raja Ahas supaya meminta suatu pertanda dari Tuhan bagi dirinya. Namun Ahas tidak mau meminta tanda karena ia tidak mau mencobai Tuhan. Sikap Raja Ahas ini tentu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Sebab itu Nabi Yesaya berkata kepada raja: “Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan suatu pertanda. Sesungguhnya, seorang perempuan muda akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, ia akan menamai Dia Emanuel, artinya Allah beserta kita. »
Seperti Maria, kita pun dipanggil untuk menjadi pribadi yang taat di hadapan Tuhan. Juruselamat akhirnya hadir di dalam diri Maria sesudah ia mengatakan: “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Itu berarti keterbukaan yang tulus menerima tawaran Tuhan dan kesediaan menjalankan rencana Tuhan dengan penuh tanggung jawab sudah harus menjadi bagian dari cara hidup kita setiap hari. Demikian pun dengan keselamatan. Keselamatan bisa terjadi atas kita kalau kita sanggup menghayati dan mewujudkan cara hidup yang baik dalam kehidupan kita setiap hari, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Bunda Maria.
Semoga seperti Bunda Maria yang mau bekerja sama dengan Allah untuk mewujudkan karya keselamatan di dunia, kita juga diajak agar terbuka pada kehendak Allah dan bersedia membuka diri untuk bekerja sama dengan-Nya. Semoga seperti Bunda Maria, kita selalu membiarkan kehendak Allah terjadi dalam hidup kita dan selalu yakin bahwa kehendak Allah selalu yang terbaik.
(Fr. Adus Pati)
“Terjadilah padaku menurut perkataanmu”(Luk. 1:38b).
Marilah berdoa:
Tuhan, sucikanlah kami dan gerakkanlah hati kami untuk selalu pasrah pada kehendak-Mu. Semoga kehendak-Mulah yang selalu kami kerjakan setiap hari. Amin











