“Kekuatan Doa”: Renungan, Selasa 8 Maret 2022

0
1778

Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U)

Yes. 55:10-11; Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19; Mat. 6:7-15.

Doa adalah sarana bagi setiap orang untuk berjumpa dan berbicara dengan Tuhan. Dengan berdoa kita datang dan menyampaikan kepada Tuhan hidup dan pergumulan batin kita. Jika kita berdoa dengan penuh iman kepada Tuhan, niscaya Tuhan akan mendengarkan doa kita. Sebab doa merupakan kesempatan kita untuk curhat dengan Tuhan. Jika demikian, apakah segala yang kita sampaikan dalam doa dapat dikabulkan oleh Tuhan?

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan para murid-Nya tentang bagaimana cara berdoa. Doa yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya ialah doa “Bapa Kami”. Dalam doa Bapa Kami, kita diarahkan pada hubungan kita dengan Allah dan sesama. Doa Bapa Kami merupakan doa singkat dan sederhana yang mengungkapkan rasa syukur kita serta memohon pengampunan dari Allah Bapa.

Allah Bapa mencintai kita anak-anak-Nya, maka dengan penuh ketulusan hati, kita memuji dan menyampaikan permohonan mengenai segala kebutuhan dalam hidup kita. Kita meminta rezeki secukupnya, dijauhkan dari cobaan, dan terbebas dari yang jahat. Kita juga dengan penuh ketulusan hati dan penuh penyesalan mengakui segala dosa yang kita perbuat dan memohon pengampunan dari Allah Bapa yang disertai dengan terlebih dahulu mengampuni orang yang bersalah kepada kita. “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di Surga akan mengampuni kamu juga” (Mat. 6:14).

Dalam kerahiman-Nya kita memohon untuk memperoleh pengampunan. Sebab tanpa kerahiman Allah, kita tidak bisa hidup. Akan tetapi untuk memperoleh pengampunan dari Allah kita juga harus mampu mengampuni sesama. Dengan mengampuni sesama, berarti kita dengan hati yang penuh kesadaran menyadari  kelemahan dan kerapuhan kita sebagai manusia. Doa Bapa Kami mengajarkan kita tentang mendengarkan kehendak Allah dan membiarkan kehendak-Nya terjadi dalam hidup kita.

Dengan doa, kita diarahkan untuk konsekuen dengan tindakan kita terhadap Bapa dan sesama.  Doa bukan saja hanya soal kata-kata dan meminta apa yang menjadi keperluan kita, tetapi yang lebih penting dalam doa ialah iman yang lahir dari dalam diri kita akan kebaikan dan belas kasih Allah sebagai Bapa kita. Niscaya doa kita akan di dengarkan dan dikabulkan oleh Tuhan.

 (Fr. Marco Yohanis Mamarodia)

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di Surga akan mengampuni kamu juga” (Mat. 6:14).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, ajarlah aku berdoa sesuai kehendak-Mu dan mampukanlah aku untuk dapat mengampuni sesama. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini