Hari Biasa (H)
1Raj. 2:1-4,10-12; Mrk. 6:7-13
“Hidup adalah pilihan”. Demikian slogan yang seringkali digunakan oleh banyak orang sebagai motivasi hidup. Mereka percaya bahwa kebahagiaan atau kesengsaraan yang diterima hari ini adalah akibat dari pilihan di masa lalu. Maka usaha untuk mencapai kebenaran tunggal haruslah menjadi opsi utama dalam hidup, agar kebahagiaan yang diidamkan dapat tercapai sesuai rencana.
Dalam realitas hidup setiap hari, kita diperhadapkan dengan berbagai macam pilihan. Jika dilihat sepintas, hampir semua opsi itu baik untuk dipilih. Berbagai macam pilihan itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Misalnya, hari ini saya memilih untuk bersusah-susah belajar berenang, maka di kemudian hari, saya akan terhindar dari bahaya mati tenggelam. Atau misalnya hari ini saya memilih untuk belajar dengan tekun, maka di kemudian hari saya akan sukses. Contoh-contoh pilihan ini terlihat menggiurkan, karena semuanya menjanjikan sesuatu. Tetapi hasil yang dicapai dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Orang bisa saja sukses, tapi kesuksesannya tidak dapat dibawa mati. Orang bisa saja terhindar dari mati tenggelam, tapi mati tertabrak sulit dihindarkan. Hal-hal semacam ini adalah contoh keterbatasan berbagai pilihan yang ditawarkan dunia.
Penginjil hari ini hendak mewartakan tawaran keselamatan dari Yesus. Melalui para rasul, Yesus mengunjungi setiap pribadi untuk menawarkan keselamatan, dengan cara bertobat. Apakah semua orang memilih tawaran itu? Belum tentu! Yesus begitu menghargai akal budi dan kehendak bebas manusia, maka Ia tidak akan pernah mengintervensi pilihan manusia. Ia datang untuk menawarkan, bukan untuk memaksa! Oleh sebab itu keselamatan bukan menjadi sesuatu yang wajib dipilih, melainkan menjadi salah satu opsi dari berbagai macam tawaran lain dari dunia. Tetapi untuk orang yang dengan sadar dan yakin bahwa Yesus adalah Juruselamat, maka tawaran itu merupakan suatu kewajiban. Mengetahui bahwa Yesus Sang Juruselamat, tetapi menolak keselamatan yang datang dari pada-Nya, itu sama saja dengan memilih untuk tidak diselamatkan.
Berbagai tawaran duniawi akan lenyap setelah kematian. Berbagai hal jahat yang kita perbuat di dunia akan terkubur di hari kematian kita. Dan keselamatan yang menjadi tawaran Kristus merupakan jalan satu-satunya untuk meninggalkan kematian dan beranjak ke hidup kekal bersama Yesus. Apakah anda dan saya telah memilih tawaran keselamatan dari Yesus? Rahmat Allah menolong kita.
(Fr. Joseph Vadukyaman Lenunduan)
“Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat” (Mrk. 6:12).
Marilah berdoa:
Allah Mahabaik, terangilah budiku agar aku mampu memilih tawaran keselamatan dari Yesus Putera-Mu. Amin.











