“Makanan Bagi Jiwa” : Renugan, Sabtu 12 Februari 2022

0
1860

Hari Biasa (H)

1Raj. 12:26-32; 13:33-34; Mzm 106:6-7a,19-20,21-22; Mrk.8:1-10.

Sebagai manusia, kita pasti pernah mengalami kondisi dimana kita bergumul dengan kerasnya kehidupan, yang membuat lelah baik secara fisik maupun psikis (jiwa). Secara fisik, kita boleh menetralkan rasa lelah tersebut dengan makan dan istirahat yang cukup, tetapi sebagai orang Katolik bagaimana jiwa kita memperoleh kekuatan jika jiwa itu terlampau lelah?

Hari ini Markus memulai Injilnya dengan sikap Yesus yang tergerak hati oleh belas kasihan karena orang banyak yang mengikuti Dia selama tiga hari dan tidak mempunyai makan. Di saat yang bersamaan para murid mengalami hal demikian, yaitu tidak mempunyai makanan, kecuali tujuh roti dan beberapa ikan. Dalam kondisi seperti ini, walau hanya bermodalkan tujuh roti dan dua ikan, Yesus mampu memberi makan empat ribu orang di tempat itu. Menarik bahwa Yesus melakukannya karena pertama-tama Ia merasakan belas kasihan terhadap mereka yang mengikuti-Nya.

Begitu pun dalam dunia kita sekarang ini, dimana kita selalu sibuk dengan pekerjaan sambil bergumul dengan berbagai macam persoalan yang membuat tubuh lelah sementara jiwa kita merasa lapar akan Tuhan. Jiwa kita merindukan makanan rohani yang hanya dapat kita peroleh jika kita datang pada Yesus. Sebab, orang yang mungkin jarang atau bahkan tidak pernah datang membawa jiwanya dalam Ekaristi, ia pasti akan merasa gersang dalam menjalani hidupnya. Dalam kondisi yang sedemikian rupa kita perlu ingat bahwa, Hati Yesus tergerak oleh belas kasihan sebagaimana yang Ia rasakan ketika orang banyak yang mengikuti Dia merasa lapar. Yang terpenting dari kita adalah bagaimana kita mampu membawa diri kita datang pada Yesus dalam Ekaristi. Sebab, di dalam Ekaristi, Yesus memberi makan kepada kita dengan tubuh dan darah-Nya yang merupakan makanan atau sumber kekuatan bagi jiwa rohani kita.

Dengan demikian, Injil hari ini mengingatkan kita untuk selalu sadar bahwa dalam setiap pergumulan hidup yang melemahkan tubuh dan jiwa, kedua-duanya perlu dirawat. Tubuh memperoleh perawatan dengan makan dan istirahat yang cukup tetapi jiwa juga memperoleh perawatannya lewat makanan atau santapan rohani Tubuh dan Darah Kristus dalam perayaan Ekaristi kudus.

(Fr. Alfredo Lois Ngutra)

“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan” (Mrk. 8:2).

Marilah berdoa:

Ya Allah, berkatilah kami dalam setiap perjalanan hidup kami dan semoga kami selalu datang kepada-Mu dalam Ekaristi, sebab dari sanalah kami memperoleh kekuatan baru untuk menjalani hidup. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini