“Keteguhan Iman Kepada Tuhan”: Renungan, Senin 7 Februari 2022

0
3347

Hari Biasa (H).

1Raj. 8:1-7,9-13; Mzm. 132:6-7,8-10; Mrk. 6:53-56.

Bacaan-bacaan hari ini hendak menceritakan tentang pemindahan Tabut Perjanjian dan kemuliaan Tuhan memenuhi Bait Suci serta kisah Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret. Dalam bacaan pertama dikisahkan bagaimana Tabut Perjanjian Tuhan dipindahkan dari kota Daud dan kemuliaan Tuhan yang memenuhi Bait Suci. Pada waktu itu Raja Salomo mengungkapkan, “Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu tempat Engkau menetap selama-lamanya”. Ungkapan ini hendak menyatakan iman Raja Salomo yang besar kepada Tuhan.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang penyembuhan orang-orang sakit di Genesaret. Waktu itu Yesus dan murid-murid-Nya melakukan perjalanan dengan perahu dan berlabuh di Genesaret. Ketika itu kabar kedatangan-Nya tersebar dan banyak orang menantikan-Nya. Banyak orang sakit dibawa kepada Yesus supaya mereka dapat menjamah jumbai jubah-Nya. Di sini diperlihatkan iman yang begitu besar dari orang banyak kepada Yesus. Sehingga, semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Perihal iman, Raja Salomo dan orang banyak di Genesaret telah memperlihatkan kepada kita semua bahwa kuasa dan kemuliaan Tuhan itu akan dinyatakan kepada mereka yang percaya kepada Tuhan. Hal ini secara spesifik dapat terlihat dari apa yang dilakukan oleh Raja Salomo dan orang-orang Genesaret. Perbuataan yang mereka tunjukan hendak menegaskan kepada kita semua bahwa keteguhan iman kepada Tuhanlah yang akan menghantarkan kita kepada keselamatan.

Keteguhan iman kepada Tuhan sesungguhnya menjadi hal mendasar yang harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai umat Kristiani, kita semua senantiasa diharapkan untuk mampu mewujudkan, mengembangkan dan menghidupi iman kita, baik dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Semua itu dapat dilakukan, pertama-tama dengan memberi diri secara penuh kepada Tuhan. Memberi diri kepada Tuhan berarti kita harus secara total percaya kepada seluruh penyelenggaraan, kemuliaan dan kuasa Tuhan dalam kehidupan kita. Sebab, dengan percaya dan melaksanakan kehendak serta firman Tuhan dalam hidup, kemuliaan dan kuasa Tuhan akan dinyatakan kepada kita semua.

(Fr. Robertus Batseran)

 “Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu tempat Engkau menetap selama-lamanya” (1Raj. 8:12-13).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami agar mampu melaksanakan firman-Mu yang Engkau kehendaki dalam diri Putera-Mu. Dan agar kami tetap setia dan taat kepada-Mu. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini